Pati | patrolinusantara.press – Harga ikan nila salin di pasaran saat ini masih terbilang stabil. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati Teguh merespon adanya informasi terkait dengan anjloknya harga ikan nila salin di petani tambak.
“Kita sudah cek dan konfirmasi di Desa Tunggulsari, harganya Rp 18 ribu, dan itu masih dapat untung,” ujar Teguh, Rabu (14/6/2023).
Lebih lanjut, Teguh juga menampik dengan pemerataan harga di tengkulak yang membeli ikan nila di petani dengan harga Rp 18 ribu, sebab dari hasil kroscek masih ada ikan nila yang dibeli dengan harga Rp 20 ribu.
“Saya cek di petani tidak Rp 18 ribu, tapi ada yang Rp 20 ribu, namun dari hasil kroscek Kabid, kemungkinan harga Rp 18 ribu itu di Dukuhseti,” tegasnya.
Menurutnya, jika ikan nila salin di petani dijual dengan harga Rp 18 ribu, pastinya harga itu turun, apalagi dengan harga pakan yang saat ini terbilang masih mahal.
Namun begitu, Teguh mengaku tidak bisa mengintervensi anjloknya harga ikan nila salin di pasaran, apalagi dengan adanya kabar bahwa saat ini untuk pasaran ikan nila salin di drop dari daerah Jawa Timur.
“Kalaupun saat ini pasaran di drop ikan nila salin dari Jawa Timur, saya tidak bisa intervensi untuk mengatur harga itu,” tandas Teguh.
Sebagai informasi, diketahui sebelumnya petani tambak ikan nila salin di wilayah Kecamatan Tayu Kabupaten Pati resah dengan harga ikan nila salin yang anjlok. Hal itu disebabkan karena saat ini pasaran sudah didrop ikan nila salin dari Jawa Timur, sehingga berpengaruh dengan turunnya harga ikan nila salin dari petani di Pati.
Salah satu petani nila salin, Kamto mengatakan bahwa para petani juga berharap ada campur tangan dari pemerintah setempat soal keluhan mereka. Setahu mereka, pemerintah bisa memantau hingga mengendalikan harga ikan nila salin agar harganya bisa selalu stabil.
“Nila salin ini kan ibarat sudah menjadi ikon Pati. Setidaknya pemerintah ini ikut campur tangan membantu para petani tambak, minimal bisa mengendalikan harga di pasaran, jangan cuma slogan saja yang diunggulkan, tapi nasib petani tak diperhatikan,” cetusnya.








