Madiun | patrolinusantara.press – Salah satu tim Mahasiswa Membangun 1000 Desa (MMD-1000D) Universitas Brawijaya ditugaskan untuk melaksanakan program kerjanya di Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Dengan mengusung tema Gizi untuk Prestasi, tim 810 MMD-1000D UB melaksanakan kegiatan “Edukasi Pentingnya Pemenuhan Gizi untuk Pencegahan Stunting dan Peningkatan Prestasi pada Anak”.

Kelompok Mahasiswa MMD 1000-D kelompok 810 ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Ria Casmi Arrsa S.H., M. H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan sejumlah balita mengalami kondisi stunting di Desa Ketandan. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah Desa, Kecamatan hingga Kabupaten Madiun. Untuk menangani hal tersebut, Polindes bekerja sama dengan PKK Desa Ketandan secara rutin melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap ibu hamil dan balita.
Dalam kegiatan Posyandu Dusun Sidodadi, Tim 810 MMD-1000D UB menjumpai satu balita yang mengalami kondisi kurang berat badan. Setelah melakukan wawancara singkat, sang ibu mengaku bahwa Polindes Desa Ketandan telah memberikan perlakuan khusus terhadap sang balita untuk melakukan program Kejar Tumbuh. “Biasanya dapat biskuit yang untuk anak-anak, rajin juga dipantau dari Posyandu,” ungkap sang Ibu dalam wawancara singkat pada hari Selasa, 11 Juli 2023
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di satu titik Posyandu Desa Ketandan dan ditutup dengan game makanan bergizi. Game ini ditujukan kepada ibu dan anak, sehingga Ibu mampu memahami kebutuhan gizi anak dan anak mampu membedakan makanan yang bergizi dan tidak bergizi. Permainan makanan bergizi ini juga dilangsungkan di SD Negeri 2 Ketandan pada hari Sabtu, 22 Juli 2023. Permain tersebut melibatkan anak-anak kelas 4 SD dan dilakukan di dalam ruang kelas. Selain membedakan makanan bergizi dan tidak bergizi, anak-anak juga diajarkan untuk memahami kandungan vitamin dalam buah dan sayur serta manfaatnya bagi tubuh terutama panca indera.
Diketahui Desa Ketandan memiliki banyak institusi pendidikan seperti Pondok Pesantren Al Jayadi, 4 TK, 4 PAUD, 2 SD, 1 Madrasah Tsanawiyah, dan 1 Madrasah Ibtidaiyah. Kegiatan “Edukasi Pentingnya Pemenuhan Gizi untuk Pencegahan Stunting dan Peningkatan Prestasi pada Anak” dilaksanakan guna mewujudkan Desa Ketandan sebagai Desa Sehat, Pendidikan Berkualitas.
Selain dua kegiatan utama tersebut, Tim 810 MMD-1000D UB juga turut serta membantu kegiatan salah satu Posyandu lainnya dan membantu mempersiapkan kegiatan Kelas Ibu Hamil selama 3 hari. “Kelas Ibu hamil diadakan satu kali dalam setahun, dilaksanakan 3-4 hari dengan materi mulai dari awal kehamilan hingga cara merawat balita,” ungkap Musrifah selaku Bidan Desa Ketandan saat bertugas dalam penyelenggaraan Posyandu Dusun Sidodadi.
Selain anak, orang tua juga perlu mengetahui pentingnya pemenuhan gizi terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak sehingga dapat mendorong prestasi dan mendukung anak dalam beraktivitas. Anak yang sehat berasal dari orang tua yang cerdas, yang memahami kondisi tumbuh kembang anak dan memiliki semangat memenuhi hak anak-anak untuk bertumbuh kembang.
(MK)








