Malang | patrolinusantara.press – Desa Ngranget merupakan salah satu desa yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Desa ini berada di Kabupaten Madiun dan berjarak kurang lebih sejauh 22 km dari Kota Madiun. Desa Ngranget memiliki jumlah penduduk sebanyak 1528 jiwa dengan mata pencaharian utamanya adalah sebagai petani.
Desa Ngranget memiliki fasilitas umum yang cukup memadai, salah satunya adalah PONKESDES yang letaknya sangat strategis dengan pemukiman warga. PONKESDES Desa Ngranget dikelola oleh tenaga kesehatan yang bekerjasama dengan PUSKESMAS Jetis. Tahun ini, Nakes PONKESDES melaksanakan banyak program kerjasama dengan PUSKESMAS Jetis, salah satunya adalah program pengendalian stunting. Beberapa program pengendalian stunting yang dilakukan diantaranya adalah skrining stunting, pembagian sarapan sehat, dan POSYANDU BALITA.

Mahasiswa Membangun 1000 Desa (MMD-1000D) Universitas Brawijaya kelompok 811 yang saat ini bertempat di Desa Ngranget, mengikuti pelaksanaan agenda POSYANDU BALITA yang dilaksanakan oleh nakes Desa Ngranget. Agenda tersebut dilangsungkan pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2023 yang bertempat di Kantor Balai Desa. Kegiatan POSYANDU BALITA diawali dengan registrasi lalu dilanjutkan dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Berat badan dan tinggi badan yang telah diukur akan dicatat oleh rekan-rekan kami lalu diserahkan kepada nakes yang bertugas untuk dilakukan skrining stunting dan pencatatan di buku KIA.

Pada agenda POSYANDU BALITA setelah dilaksanakannya skrining stunting, kami melaksanakan penyuluhan mengenai stunting kepada ibu-ibu BALITA. Penyuluhan yang kami lakukan didasarkan pada studi pendahuluan melalui wawancara dengan nakes setempat. Dari wawancara tersebut didapatkan hasil berupa masih adanya anak BALITA di Desa Ngranget yang mengalami stunting dan masih kurang adekuatnya pemahaman tentang stunting pada ibu dengan BALITA di Desa Ngranget.
Penyuluhan yang dilakukan adalah dengan membawakan materi dan video pencegahan stunting. Penyuluhan yang dilakukan berjalan kurang kondusif karena banyaknya anak BALITA yang berlarian dan berteriak-teriak sehingga cukup memecah fokus orang tua dalam mendengarkan materi. Walau begitu, maksud dari penyampaian penyuluhan tersampaikan kepada ibu-ibu BALITA. Hal tersebut dilihat dari kuesioner evaluasi materi yang diberikan menunjukan bahwa rata-rata nilai dari jumlah keseluruhan sasaran (ibu-ibu BALITA) berada di angka 84 sehingga dapat disimpulkan materi yang diberikan kepada ibu-ibu balita berhasil diterima dan dipahami dengan baik.
Adapun implementasi yang MMD dan nakes Desa Ngranget berikan adalah melakukan penyuluhan secara personal kepada ibu yang anaknya mengalami stunting dan dari nakes Desa Ngranget sendiri memberikan tambahan vitamin serta mengimbau ibu-ibu dengan BALITA untuk rutin memeriksakan BALITA nya ke POSYANDU sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak.
(MK)








