Medan – Pasca kasus peristiwa tabrak lari yang menimpa Eva Yuswar Putri seorang guru les pada tanggal 15 April 2024 di jalan Sutomo Kota Medan akhirnya mengadu kepada lembaga sosial kontrol di Sumatera Utara yaitu Masyarakat Perjuangan Sumatera Utara (MPSU) yang terkenal tegak lurus membela masyarakat lemah yang menginginkan tegaknya keadilan dan kebenaran.
Kepada awak media Eva Yuswar Putri mengatakan bahwasanya pada tanggal 15 April 2024 dirinya bersama suami sedang pergi berlebaran namun di tengah perjalanan dirinya ditabrak oleh pengendara BK 1261 ZX, Mobil Brio Satya 1,2 E CVT dengan rangka mesin MHRDD1850JJ905794 yang diketahui pemiliknya adalah Titik Sari Bunga yang beralamat jalan Manggis, Blok N 3 nomor 8 C Asri Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Ketika terjadi peristiwa tabrak lari tersebut terduga pelaku yang sudah diketahui identitas sempat mau membawa ke rumah sakit Deli, namun ketika hendak masuk ke dalam rumah sakit Deli terduga pelaku kabur meninggalkan korban yang dia tabrak tersebut, sehingga korban Eva Yuswar Putri bersama suaminya pergi ke rumah sakit Malahayati karena luka serius yang mana engsel tangannya bergeser akibat tabrak lari tersebut.
Masih kata Eva Yuswar Putri, dirinya baru saat ini bisa berbicara akibat trauma dan menahan sakitnya karena luka tabrak lari tersebut, namun suaminya sudah mencoba melaporkan Lantas Polrestabes Medan namun diduga tidak disambut baiki, sehingga suaminya pun pulang ke rumah untuk fokus pada luka-luka yang diderita akibat tabrak lari tersebut.
Eva mengaku masih menunggu itikad baik dari pelaku yang menabraknya sampai tanggal 22 April 2024.
“Saya tunggu itikad baiknya sampai 22 April. Saya masih tidak kuat untuk melaporkan ke aparat penegak hukum, karena sedih saat suami melaporkan peristiwa tabrak lari tersebut tidak dilayani dengan baik, dan saya belum siap untuk diambil keterangan dalam keadaan kondisi yang seperti ini,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Eva, ia meminta tolong kepada Novan yang merupakan orang tua dari murid lesnya, dan akhirnya Novan mengarahkan untuk mengadu ke Ketum MPSU, Mulya Koto.
Ketua Umum MPSU pun akhirnya mendatangi rumah Eva untuk mendengarkan permasalahan yang menimpanya.
“Saya nggak punya uang untuk berobat, akibat engsel tangan saya bergeser ini, anak saya 5 dan saya mengontrak di jalan Halat, Gang Umar, dan saya juga nggak punya uang untuk melaporkan masalah saya ini ke kantor Polisi, trauma saya karena suami tidak mendapatkan pelayanan baik, saya korban, bukan pelaku, pelakunya Etnis Tionghoa, saya mohon agar pelaku segera ditangkap meskipun laporan saya ini akan saya buat bersama MPSU ke Kantor Polisi,” urainya, Senin (22/4).
Mendengar peristiwa tersebut, Mulya Koto mengatakan sempat menelpon Kasat Intel Polrestabes Medan, AKBP Ahyan agar membantu laporan polisi yang akan dibuat oleh Eva Yuswar Putri bersama MPSU, dan Mulya Koto sempat juga koordinasi dengan Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan yang diketahui sedang mengikuti sekolah dan salah satu juper Polrestabes Medan, yang bernama Sitorus .
“Ini keterlaluan sekali, kok enak kali pelakunya, udah menabrak orang, modus mau bertanggung jawab dan membawa ke rumah sakit karena takut menjadi amukan warga dan langsung kabur, apalagi pelakunya diduga Etnis Tionghoa, ini harus dikasih pelajaran agar tidak menganggap dirinya itu kebal hukum, dan saya juga berharap Bapak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bertindak dan segera memberikan pertolongan khusus agar korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan khusus, karena saya meyakini Kapolda Sumatera Utara adalah sosok Jendral yang peduli terhadap nyawa manusia, sama seperti beberapa bulan kemarin saya juga pernah memberikan informasi kepada Bapak Kapoldasu dan Kombes Pol Dudung selaku Kabid Propam Polda Sumatera Utara terkait nyawa seorang anak balita dan langsung dijemput dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan,” ungkap Mulya Koto.
Tidak sampai disitu Mulya Koto juga memastikan akan mengerahkan massa untuk meminta Aparat Kepolisian segera menangkap pelaku dan menerima laporan polisi yang akan dibuat oleh Eva selaku korban didampingi MPSU.
“Saya berharap kasus ini serius ditangani oleh Kepolisian agar pelaku ditangkap karena identitas nya sudah kita ketahui, agar ini menjadi pelajaran bagi pelaku jangan dia berpikir perkara ini nggak bisa terungkap dan dia tidak merasa kebal hukum, saya akan kerahkan massa MPSU agar perkara ini tidak dianggap sepele,” tegasnya.
(Leodepari)








