Denpasar – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) Wahyu Sanjaya mengatakan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada perusahaan BUMN harus memiliki dampak dan manfaat positif bagi perusahaan dan masyarakat. Ia pun merespons positif alokasi dana PNM yang diterima PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) (Persero) di tahun 2021 untuk mendukung program Bali Maritim Tourism Hub (BMTH) melalui pengembangan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.
Tercatat, usai penerimaan PMN di 2021, sejak September 2022 s.d. TW I 2023 +/- 40 kapal pesiar telah sandar di Pelabuhan Benoa. Hal tersebut menurutnya tentu memberikan dampak positif bagi roda ekonomi di
“Sebenarnya BMTH bukan tugas Pelindo, tetapi karena dibutuhkan untuk menunjang turis di Bali, sehingga itu dibutuhkan, dan kita melihat dampaknya cukup signifikan,” ucapnya usai memimpin pertemuan dengan jajaran PT Pelindo di Denpasar, Bali pada Kamis (20/6/2024).
Usai mengalami peleburan Pelindo I, II, III, IV per tanggal 1 Oktober 2021, Pelindo menjadi perusahaan berskala bisnis besar dan terintegrasi serta sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan pengelolaan pelabuhan di Indonesia.
Dalam hal ini, Wahyu berpesan agar pengelolaan PNM yang diterima oleh Pelindo harus benar-benar akuntabel. “Dengan mergernya Pelindo I, II, III, IV menjadi PT Pelindo, dimana sedikit kesalahan saja mungkin akan berdampak sangat luas dan menjadikan Pelindo sulit diselamatkan apabila terjadi rugi,” jelas politisi Senayan tersebut.
(Hum)








