Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Imbauan Dinkes Bojonegoro: Hindari Mencium dan Mencubit Bayi Saat Berlebaran

badge-check

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Rury Dewi, mengingatkan masyarakat agar tidak mencium maupun mencubit bayi saat berkunjung pada momen Lebaran. (Foto:Dok.Bojonegorokab)

Perbesar

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Rury Dewi, mengingatkan masyarakat agar tidak mencium maupun mencubit bayi saat berkunjung pada momen Lebaran. (Foto:Dok.Bojonegorokab)

Bojonegoro – Momentum Lebaran identik dengan silaturahmi dan bertemu keluarga, termasuk dengan bayi dan anak kecil. Namun masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi guna mencegah penularan penyakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Rury Dewi, mengingatkan masyarakat agar tidak mencium maupun mencubit bayi saat berkunjung pada momen Lebaran. Hal ini karena tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko penularan virus maupun bakteri kepada bayi.

Jasa Pembuatan website Media berita

Menurut dr. Rury, kulit bayi masih sangat sensitif dan mudah mengalami iritasi. Selain itu, kontak langsung seperti mencium atau mencubit juga dapat membuat bayi merasa tidak nyaman bahkan memicu stres.

“Bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Mencium atau mencubit bayi saat bertemu di momen Lebaran sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko penularan virus dan bakteri,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak. Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, serta parotitis atau yang lebih dikenal dengan gondongan.

Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan anak selama perayaan Lebaran dengan mengurangi kontak langsung yang berisiko menularkan penyakit.

“Lebaran adalah momen bahagia untuk bersilaturahmi, namun kita juga perlu tetap menjaga kesehatan anak-anak. Mari bersama-sama menghindari tindakan yang berpotensi menularkan penyakit dan menjaga kesehatan buah hati kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, jika bayi sakit saat Lebaran, prioritaskan kesehatannya dengan konsultasikan dengan dokter anak untuk penanganan yang tepat, pastikan bayi banyak minum ASI atau susu formula, jaga kebersihan lingkungan sekitar, dan hindari mengajak bayi ke tempat-tempat yang ramai dulu untuk mencegah penyebaran penyakit. (hum)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lapas Kelas IIB Pati Panen Ikan Lele Hasil Budidaya Warga Binaan di Lahan SAE

22 Juli 2026 - 21:26 WIB

Diduga Tanpa Pengawas dan Mandor di Lapangan, Proyek Irigasi Senilai Rp100 Juta Menjadi Sorotan

22 Juli 2026 - 07:04 WIB

Pemerintah Desa Sentul Gelar Musdus, Tahap Awal Susun Rencana Pembangunan 2027

22 Juli 2026 - 06:28 WIB

Pemerintah Desa Sentul Kecamatan Cluwak Gelar Musyawarah Desa, Susun Rencana Kerja Pembangunan Tahun 2027

20 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kasus Dugaan Rudapaksa Lansia 90 Tahun Sorot Kegagalan Perlindungan Kelompok Rentan, Mendesak Penguatan UU TPKS dan PP 30/2025

20 Juli 2026 - 21:28 WIB

Trending di Berita