PATI — Kapolresta Pati, Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H., memimpin pelaksanaan Safari Sholat Subuh di Masjid Baiturrahman, Dukuh Koroyo, Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi sarana mempererat kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, para ulama, kyai, serta tokoh masyarakat di wilayah tersebut.
Hadir mendampingi Kapolresta Pati jajaran Perwira Menengah dan Perwira Pertama (PJU) Polresta Pati. Bersama warga, jajaran kepolisian melaksanakan Sholat Subuh berjamaah sekaligus menggelar dialog terbuka pasca-ibadah.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa suasana aman, harmonis, dan kondusif dapat terwujud jika dibangun melalui komunikasi yang baik serta kepedulian bersama.
“Mohon doa dan dukungannya, semoga Kabupaten Pati semakin aman, damai, adem, ayem, tentram, makmur dan sejahtera,” ujarnya kepada para jamaah.
Lebih lanjut, Kapolresta menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kehidupan sosial kemasyarakatan. Masjid, katanya, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang yang memperkuat ikatan persaudaraan sekaligus sarana komunikasi antarwarga.
Pada kesempatan tersebut, warga juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan lingkungan. Kombes Pol. Sigit menyatakan kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang berkembang, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kegiatan Safari Subuh ini merupakan wujud pendekatan humanis kepolisian guna membangun kepercayaan sekaligus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), kegiatan ini juga diharapkan dapat menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan di masjid — mulai dari kajian Subuh, sedekah Subuh, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di akhir kegiatan, Kapolresta Pati menutup dengan pesan yang mengikat seluruh jamaah: “Tetep Njogo Roso, Tetep Seduluran Saklawase.” Semangat tersebut menjadi ajakan untuk senantiasa menjaga kerukunan dan persaudaraan demi terciptanya Pati yang aman, damai, dan harmonis.
(Agus)









