Kudus | patrolinusantara.press – Lembaga pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus yang juga dikenal dengan sanggar Paguyuban Guyup Rukun Kudus, selenggarakan wisuda angkatan kedua, bertempat di Gedung Budaya Desa Bae Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, Minggu (04/6/2023).

Pada pelaksanaan acara wisuda tersebut selain dihadiri tamu undangan dari instansi terkait, juga dihadiri Bambang Sumadiyo, ketua APINDO dan Mas’ ud, Asisten Umum Setda Kudus yang dalam kesempatan itu mewakili Bupati Kudus HM Hartopo.
Mas’ud menyampaikan atau membacakan sambutan dari bupati Kudus HM Hartopo. Dalam sambutannya, berkenaan dengan aktivitas atau kegiatan pendidikan kepranatacaraan dan pemedar Sabdo serta budaya Jawa, dirinya mengatakan bahwa budaya Jawa merupakan budaya yang adiluhung, yang mempunyai nilai keutamaan dan sebagai warisan para pendahulu yang harus dilestarikan keberadaannya.
Dalam sambutannya, Mas’ud juga berharap kepada Lembaga pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus untuk terus mencetak kader-kader budayawan. “Kami sangat menaruh harapan kepada Paguyuban Pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus untuk terus mencetak kader-kader budayawan melalui berbagai bentuk kegiatan seprti halnya lulusan pawiyatan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo yang hari ini dilaksanakan wisuda bregada kedua,” kata Mas’ud.
Masih dalam kesempatan yang sama, Mas’ ud juga berujar, Pemerintah Kabupaten Kudus pernah merapikan satu minggu sekali dalam kegiatan pemerintahan harus berbahasa Jawa, yaitu tiap hari Rabu.
Menurutnya, pencanangan itu sudah dilakukan tapi baru berjalan beberapa bulan, aturan itu tidak dilaksanakan lagi, karena tidak semua pajabat di Pemerintahan Kabupaten Kudus paham bahasa Jawa. Tiap mau rapat sebagian pejabat di kabupaten Kudus harus mengerjakan naskah sambutan dari bahasa lndonesia ke dalam bahasa Jawa kepada pihak yang ahli bahasa Jawa. Mungkin karena dianggap merepotkan, aturan itu tidak dilaksanakan lagi.
Pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus sedikitnya sudah mewisuda 66 siswa, kebetulan angkatan kedua yang diwisuda tahun 2023 ini sama dengan angkatan pertama, yakni 36 wisudawan.
Para siswa Lembaga pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus tersebar di berbagai kabupaten, seperti kabupaten Jepara kabupaten Kudus dan kabupaten Pati, bahkan juga ada siswa yang berasal dari luar pulau Jawa, yaitu daerah Lubuklinggau Sumatera Selatan.
Sebagai informasi, Lembaga pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus resmi berdiri pada tanggal 13 Oktober 2018 dengan surat keputusan dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Kudus nomor :431/956.19/19.01/2020. Dengan legalitas tersebut, semua kegiatan lembaga pendidikan Pranotocoro dan Pamedar Sabdo Guyup Rukun Kudus dipastikan resmi.








