Pati | patrolinusantara.press – Pondok Pesantren (Ponpes) merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Hampir sama dengan Ponpes kebanyakan, Ponpes Roudlotul Mubtadi’in yang terletak di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti, Pati juga mempunyai fungsi yang sama, yakni sebagai lembaga pendidikan Islam.
Untuk itu, sebagai upaya menjalankan fungsinya tersebut, Ponpes yang memiliki slogan “Menyantrikan Masyarakat dan Memasyaratkan Santri” tahun ini membuka penerimaan santri baru. Pendaftaran dimulai sejak Minggu (11/6/2023) kemarin hingga sampai tahun ajaran baru tahun ini.
Ponpes Roudhlotul Mubtadi’in memiliki program pendidikan unggulan diantaranya Muhadhoroh, Tahfidz dan Sorogan Al-Qur’an. Selain itu, Roudhlotul Mubtadi’in juga menghadirkan kegiatan rutinan, mulai dari kegiatan harian, mingguan dan juga tahunan.
Untuk calon santri yang ingin mendaftarkan diri bisa langsung datang ke sekretariat Ponpes, yakni Jl. Kauman Ngagel, Kompleks Masjid Baiturrohaman RT 5 RW 1, atau bisa menghubungi dulu contact person di nomor 0822-8334-1055. Untuk waktunya, dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Sementara itu, salah satu Alumni Ponpes tersebut, Abdul Jalil menyambut baik dibukanya penerimaan santri baru oleh Ponpes yang bertahun-tahun telah memberikan kontribusi pendidikan Islam untuknya. Ia berharap semoga banyak santri yang mendaftar dan mampu berdampak terhadap meningkatnya kualitas dan kuantitas santri di Roudlotul Mubtadi’in.
“Alhamdulillah, sebagai santri alumni Ponpes Roudhlotul Mubtadi’in sangat senang mendengarnya. Semoga saja makin banyak santri yang belajar di Ponpes Almamater kami sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas santri yang belajar Islam,” ujar Jalil.








