Grobogan – Puluhan desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terendam banjir usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, Senin (16/2/2026) pagi.
Setidaknya, berdasarkan data BPBD Grobogan, banjir menerjang 34 desa di 9 kecamatan yaitu Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, dan Penawangan.
Dari data laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), banjir terparah melanda beberapa desa di Kecamatan Tegowanu dan Karangrayung menyusul beberapa tanggul sungai jebol.
Sementara wilayah perkotaan Purwodadi juga terdampak banjir cukup parah. Banjir tercatat merendam permukiman serta akses jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyampaikan banjir kali ini dipicu hujan deras pada Minggu (15/2/2026) malam hingga dinihari. Hujan berjam-jam mengakibatkan sungai “over kapasitas” hingga berakhir melimpas.
Pusdalops-PB mencatat 5 titik tanggul sungai jebol yakni tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, dan 2 titik tanggul Sungai Jajar baru di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung.
“Kami masih melakukan assessment, pendistribusian logistik serta evakuasi,” kata Wahyu.
Laporan sementara, hingga Senin siang, BPBD Grobogan menginformasikam elevasi air di beberapa bendungan menunjukkan status waspada. Di Bendung Sedadi, elevasi tercatat di angka 26,82 mdpl, Bendung Klambu elevasi 16,30 mdpl. Adapun di Pos Menduran, elevasi air terus menunjukkan tren kenaikan (9,60 mdpl).
“Kami imbau masyarakat di sepanjang sungai untuk waspada,” tutup Wahyu. (kom/red)








