Pontianak, patrolinusantara.press – Menjadi seorang yang mencintai adat budaya apalagi untuk mempertahankan adat budaya itu sendiri amat sulit kita temui pada saat ini, diera globalisasi tekanan ekonomi dan faktor – faktor lain demi mempertahankan dan mendedikasikan adat istiadat budaya serta meninggalkan sejarah untuk 1000 tahun kedepan tidaklah mudah.
Surhaini. S.Km. M.H. Sang Pendiri Rumah Adat Bugis Saoraja Aliri Mpero sekaligus Menjabat Sebagai Wakil Ketua DPP ( Dewan Perwalian Pusat ) Sayap Perempuan FKOB ( Forum Komunikasi Orang Bugis ), Wanita tangguh cerdas, kreatif selalu memiliki motivasi kebijakan yang sangat dikagumi banyak orang. Ia juga merupakan Seorang istri dari Pendiri FKOB ( Forum Komunikasi Orang Bugis ) DR. Ardiansyah. S.H,. M.H. yang selalu mensupport dan menciptakan karya – karya terbaik untuk generasi generasi muda kedepan.
“Saya memang dibesarkan di keluarga dan dilingkungan yang penuh dengan adat istiadat bugis sedari kecil, Kenapa Saya Mendirikan Rumah Adat Bugis, karena saya sudah tidak punya orang tua, jadi saya rindu akan adat- adat yang biasa dijalani di keluarga saya, Saya rindu sekali karena sudah tidak ada lagi orang tua”
” Akhirnya berkat dukungan suami, saya di amanahkah untuk menjadi wakil ketua sayap di FKOB, mengurus adik-adik saya Laskar Mahasiswa Pelajar Sayap Perempuan Bugis, Dan yang saya bina salah satunya adalah melakukan kegiatan sesuai dengan visi misi FKOB yaitu Melestarikan Adat Budaya Bugis, Karena saya terpanggil dan saya memang terlahir dari orang bugis”, terang Surhaini saat diwawancarai di sela kegiatan Pengukuhan Majelis Adat Budaya Bugis Dan Peresmian Rumah Adat Saoraja Aliri Mpero Sabtu 3 Desember 2022
Lanjutnya” Memang niat kita dari awal pelan- pelan, 1 tahun 6 bulan saya menyelesaikannya, Kalau Rumah Adat Saoraja Punggur Kapuas itu kurang lebih satu tahun, karena saya memang tidak ada kegiatan”.
Kalau Rumah Adat Saoraja Punggur Kapuas tanahnya memang cukup luas, 3 Hektar dan merupakan destinasi wisata yang terdaftar di Kabupaten Kubu Raya. Dan untuk Rumah Adat Saoraja Aliri Mpero kita akan menjadwalkan mulai Januari nanti sesuai dengan program kerja saya, disayap kita membuat seperti sanggar, salah satunya adalah Hadrah Bugis, Marawis Bugis”
“Kemudian nanti malam Jumat kita Barzanji dan kemudian anak-anak laskarnya berlatih silat, antara lain Silat Juada, Silat Angkaro dan itu saya kumpulkan untuk semua DPC ( Dewan Perwakilan Cabang ) FKOB yang ada di Kota Pontianak Maupun Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya”, ungkapnya
Lebih dalam Surhaini mengatakan” Kalau Gedung ini saya bilang Rumah Besar Saoraja” artinya siap menerima siapapun yang datang kesini dan sudi dengan menggunakan aksesoris bugis, jika berkenan alhamdulillah meskipun ada suku lain”
“Harapan saya dengan adanya Saoraja Aliri Mpero ini orang- orang keturunan bugis tetap bisa mengembangkan talentanya, Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Budaya Leluhur Dari Sulawesi Selatan Khususnya Bugis- Bugis yang ada di Kalimantan Barat ” ujarnya
(Novi/MK/Red)








