PATI — Misteri bantuan sapi di Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kian mengemuka. Kandang yang dibangun untuk program peternakan itu dikabarkan kosong tanpa jejak ternak, terkonfirmasi Sapi masih lengkap 20 ekor di dalam kandang.
Program Resmi, Realisasi Dipertanyakan
Data pemerintah menunjukkan bahwa Desa Klayusiwalan memang tercatat sebagai salah satu penerima program bantuan sapi potong. Dalam dokumen resmi pemerintah, kelompok ternak di desa tersebut masuk dalam daftar penerima bantuan ternak di wilayah Kabupaten Pati.
Viral diberitakan sapi tidak ada di kandang, Namun sesuai keterangan beberapa warga dan salah satu warga sebagai petani peternak yang ditemui awak media, sapi masih utuh di kandang meski tidak di satu kandang.
Salah satu perangkat desa yang berada di kantor desa ditemui awak media mengaku sangat menyayangkan berita yang sebut ketidaksesuaian antara data administratif dan kondisi nyata ini membuka ruang dugaan adanya masalah serius dalam distribusi maupun pengawasan bantuan.
Pemberitaan menyebut, tidak ada kejelasan jumlah sapi yang diterima, siapa yang mengelola, serta bagaimana sistem pembagiannya. Namun semua anggapan dibantah
“Benar kelompok tani kami dapat bantuan, namun kandang adalah swadaya petani bukan batuan, dan sapi juga ada, namun memang sapi dipelihara beberapa kandang warga setelah ada serangan PMK atau lato lato” ujar perangkat desa yang berhasil ditemui karena kades sedang di luar.
Pemberitaan viral yang mengatakan situasi memunculkan dugaan bahwa bantuan tidak sepenuhnya sampai ke penerima manfaat. Bahkan, mulai berkembang kecurigaan adanya penyalahgunaan oleh oknum tertentu. Ditambah lagi layanan pemerintah desa kacau dan tidak ada kepercayaan masyarakat , namun setelah beberapa awak media sidak langsung di kantor desa masyarakat mendapat layanan dan kades selalu berada di kantor seperti yang disampaikan oleh beberapa warga yang mencari layanan pemdes.
( Tim )









