Pati | patrolinusantara.press – Takbir atau takbiran menjadi bagian yang tidak terlepas dari dua hari raya islam, Idul Fitri dan Idul Adha. Keberadaannya menyemarakkan hari-hari raya tersebut, sekaligus menjadi syiar agama. Kegiatan inilah yang dilakukan oleh warga di desa Wedarijaksa Kecamatan Wedarijaksa, Rabu (28/06) malam.
Kegiatan berlangsung sangat meriah dan berbalut nuansa islami. Pasalnya, acara yang digelar setiap menjelang hari raya islam ini, diikuti hampir oleh seluruh warga. Dan tiap-tiap RT membuat simbol arak-arakan sendiri, ada yang menampilkan miniatur masjid, wayang orang, hingga menampilkan patung monster-monstreran.
Terlihat di sela-sela takbiran, sosok anggota TNI dari Koramil 07/Wedarijaksa bersama anggota Polsek serta Banser desa mengamankan jalannya pawai takbiran. Dia adalah Derman Tomia, Babinsa berpangkat Sertu ini dengan sigap dan cekatan mengatur lalu lalang kendaraan untuk memberikan jalan kepada peserta takbiran.
Saat ditemui, Babinsa Wedarijaksa Sertu Derman Tomia mengatakan takbir keliling merupakan tradisi kebudayaan masyarakat Indonesia saat menyambut dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha yang perlu kita pertahankan dan lestarikan sebagai wahana untuk mempererat ukuwah islamiyah sesama umat muslim.
Menurutnya sudah sepatutnya sebagai aparat kewilayahan untuk mengawal dan mengamankan acara ini agar terlaksana dengan lancar dan aman. “Ini merupakan tanggung jawab spiritual seorang Babinsa untuk membina dan mendorong para generasi muda di wilayah binaannya untuk turut melestarikan budaya-budaya luhur bangsa agar tidak terkikis/tersisih oleh budaya barat. Dan semoga acara ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tandasnya.








