Pati | patrolinusantara.press – Banyaknya dump truk yang melintasi jalan Sunan Prawoto mengakibatkan banyaknya debu yang berhamburan dan sepanjang jalan yang dilalui juga rusak, banyak warga yang mengeluh. Sabtu 19 Agustus 2023.
Dari sekian banyaknya warga masyarakat Desa Wegil terutama Ibu-ibu saat itu menyampaikan ke awak media bahwa mereka (Ibu-ibu) mewakili warga masyarakat Desa Wegil Sukolilo yang setiap hari kehidupannya dihantui oleh debu-debu serta sepanjang jalan tersebut rusak dan berlubang, sehingga untuk mengendarai motor susah.
“Kami warga kecil hanya untuk menyampaikan keluhan kepada Bapak Pj Bupati Pati, Bapak Ganjar Gubernur, Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kapolresta Pati dan kepada Dinas terkait, untuk menindak lanjuti aksi demo yang dilakukan warga Wegil pada tanggal 7 kemarin pas bebarengan Hari Jadi Pati. Dan sampai sekarang tidak ada respon dari pihak terkait,” ungkap salah satu Ibu yang enggan disebutkan namanya.
Lanjut Ibu itu, mereka hanya meminta keadilan dan kesejahteraan rakyat kecil. Mereka merasa tidak ikut mendapatkan hasil dari galian C tersebut, namun malah mendapatkan polusi yang akan mengakibatkan kesehatan memburuk dan lama kelamaan akan menimbulkan sesak dalam pernapasan, karena debu yang berasal dari dump truk-dump truk tersebut sangatlah tidak terkendali lagi, sangat parah.
Selain hal itu, menurutnya bagi anak-anak yang hendak berangkat maupun pulang sekolah sangatlah terganggu dengan adanya dump truk yang tidak ada tenggangnya, dump truk mulai pagi sampai sore selalu aktivitas terus dan penyiraman air untuk jalan yang dilalui juga tidak dilakukan. Mereke (Penambang) tidak memperdulikan warga yang terkena dampak, seakan-akan menganggap enteng terkait kesehatan sesama manusia.
“Kami memohon kepada Dinas terkait untuk menindak lanjuti terkait hal itu dan untuk galian C yang diduga tidak kantongi izin segera ditutup, karena dengan adanya kegiatan tersebut, banyak warga masyarakat yang kena imbasnya,” tambahnya.
Selain ibu itu, dari rekannya juga menambahkan bahwa di hari-hari ini, akan adakan aksi demo lagi untuk yang kedua kalinya.
“La iyo to iki musim kemarau, dump truk gowo bleduk, panganan kebak bleduk kabeh opo meneh omah ora rupo omah iku iseh iso dimaklumi tapi jika pernapasan la dak suwe-suwe ora iso ambekan terus neng ndi parane ( la iya ini musim kemarau dump truk membawa debu, makananan penuh debu apalagi rumah sudah tidak seperti rumah, tapi masih bisa dimaklumi, tapi jika pernapasan lama kelamaan gak bisa napas terus bagaimana lagi),” imbuh rekannya.
“Sekali lagi kami masyarakat Wegil Kecamatan Sukolilo, mengharapkan dari bapak-bapak Pejabat dan APH untuk menindaklanjuti keluhan kami. Terima kasih kami ucapkan dan atas kerjasamanya,” tandasnya.
(Tim/A)








