Jakarta | patrolinusantara.press – Managing Director at Political Economic and Policy Studies (PEPS) Prof Anthony Budiawan menyatakan secara tegas menolak pemilu curang. Menurutnya, rakyat harus mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
Dia mendorong penyelenggaraan pemilu 2024 yang independen serta tidak diintervensi oleh kekuasaan. “Penyelenggara pemilu harus berani melawan intervensi kekuasaan, karena hakikatnya penyelenggara pemilu merupakan institusi kepercayaan rakyat,” kata Prof Anthony Budiawan dalam sebuah diskusi, pada Selasa (9/1/2024).
Dirinya menyebut bahwa indikasi untuk mengintervensi penyelenggara pemilu sangat terlihat ketika Presiden mengusulkan untuk mengubah format debat Capres-Cawapres 2024.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar format debat Pilpres 2024 dievaluasi. Ia menganggap debat ketiga yang digelar Minggu (7/1/2024) lalu tak mendidik, karena banyak serangan yang bersifat personal.
Sementara itu, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh Maitanur mengatakan, bahwa Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh bekerja keras untuk memastikan netralitas TNI, Polri, dan ASN dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
“Kami berharap kerjasama dari masyarakat untuk membantu mengawasi pelaksanaan pemilu yang bebas dari campur tangan penguasa,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Saiful Bismi mengatakan, bahwa rakyat harus berani melawan kecurangan. Semangat tersebut menjadi pendorong bagi KIP Aceh untuk berani juga menghadang segala bentuk intervensi dari berbagai pihak untuk mencoba melakukan tindakan kecurangan pada Pemilu 2024.
“Kami akan cegah setiap intervensi dan tindak kecurangan pemilu 2024,” pungkasnya.
(AB/Sum)








