Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Dipolisikan Projo Dengan Tuduhan Hina Jokowi, Ini Respon Butet 

badge-check


					Butet Kartaredjasa saat orasi dan pantun di acara kampanye Ganjar di Alun-alun Wates, Kulon Progo Perbesar

Butet Kartaredjasa saat orasi dan pantun di acara kampanye Ganjar di Alun-alun Wates, Kulon Progo

Yogyakarta | patrolinusantara.press – Projo DIY melaporkan Butet Kartaredjasa ke Polda DIY buntut orasi dan pantun yang ia sampaikan saat acara kampanye Ganjar di Alun-alun Wates, Kulon Progo, Minggu (28/1). Laporan dibuat di SPKT Mapolda DIY, Selasa (30/1) siang.

Butet dianggap telah menghina Presiden Jokowi usai menyamakannya dengan binatang. Butet diduga melanggar Pasal 315 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Jasa Pembuatan website Media berita

Budayawan yang juga seniman itu santai menanggapi pelaporan terhadap dirinya.

“Oh enggak apa-apa, karena Projonya sedang pansos. Panjat sosial dari pantun saya. Ya boleh-boleh saja semua warga bangsa ini boleh melakukan apapun karena itu memang dijamin oleh undang-undang,” kata Butet dikutip Selasa (30/1).

Meski demikian, Butet merasa tak pernah menggunakan kata-kata binatang untuk menghina Jokowi saat memberikan orasi atau pantunnya di acara kampanye akbar Ganjar dan PDIP.

“Kata binatang yang mana? Wedhus [kata dalam bahasa Jawa yang arti harfiah atau denotasinya adalah kambing] ? Ha nek ngintil [yang membuntuti] itu siapa? Kan saya cuma bertanya pada khalayak. Yang ngintil [membuntuti] siapa? ‘Wedhus’ berarti kan yang tukang ngintil [itu] wedhus. Tafsir aja. apa saya sebut nama Jokowi? Saya bilang ngintil kok,” ujarnya.

Sedangkan kata-kata ‘asu’, menurut Butet, itu bukanlah makian melainkan sebuah ekspresi personalnya.

“Bagi saya, saya menyatakan ‘asu og’, ‘asu banget’ itu bukan makian itu suatu ekspresi personal saya. Saya mengagumi kepintaran ‘wedyan koe pintere, asu tenan og’. ‘Cah ayu wae tak unekke ‘wasyu iki ayu banget’. Asu og itu dalam konteks saya bagaimana kata itu diekspresikan,” terangnya.

“Tapi kalau saya bilang ‘Asu!’ Itu [berarti] mengumpat, memaki. Tapi kan saya ndak pernah, wong kalian aja–aku sama kalian aja–osa asu. Opo kalian ya akan melaporkan ke Polda? Enggak lah itu hal yang biasa,” sambungnya.

Butet menerangkan, pantun yang ia bacakan saat kampanye kemarin memang telah disiapkan. Sementara orasi sebagai pengantar pantun sifatnya spontan.

Dia tak menampik isi pantun itu memang salah satunya dimaksudkan untuk mengkritik Jokowi. Butet mengaku kritik itu dilontarkannya setelah merasa terkhianati sebagai salah satu pendukungnya atau ‘Jokower’ sejak 2014 lalu.

“Anda tahu semua ini (saya) Jokower sejak 2014 tahu kan. Pendukung, pembela, membantu Pak Jokowi. Ini. Ujungnya jutaan orang kena prank. Ditipu. Ini orang yang mencintai menyayangi Jokowi dan mengingatkan Jokowi. Diingatkan secara sopan secara alus nggak mau dengerin. Alus nggak iso ya rodo kasar setitik. Justru karena saya itu menyayangi Jokowi maka, saya mengkritik mengingatkan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Butet menganggap apa yang ia sampaikan lewat orasi atau pantun kemarin merupakan suatu cara untuk menyatakan pikiran-pikiran dalam benaknya sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin negara.

“Saya bisa mengartikulasikan secara bebas melalui media seni, media apapun. Saya seorang penulis saya bisa berekspresi melalui karya tulis entah itu puisi, cerpen, pantun, atau naskah monolog atau di panggung pertunjukan karena saya seorang aktor,” katanya.

 

(Sum)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pencurian Ribuan Liter Solar dan Peralatan Kapal di Pelabuhan Juwana Terbongkar, Tiga Pelaku Ditangkap

11 Juni 2026 - 08:07 WIB

Lapas Kelas IIB Pati Renovasi Rumah Warga Kurang Mampu, Dana Bersumber dari Iuran Sukarela Pegawai

10 Juni 2026 - 16:53 WIB

Resmi Dilantik, Amin Nur Safii Jabat Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Sumber

10 Juni 2026 - 12:59 WIB

Seorang Pria Tewas di Kamar Kos Pati Kidul, Diduga Serangan Jantung

10 Juni 2026 - 11:55 WIB

Viral Percobaan Pencurian di Sukolilo Buka Tabir Kasus Lama, Pelaku yang Sama Akhirnya Tertangkap

9 Juni 2026 - 20:10 WIB

Trending di Berita