PATI – Tape Gembong ,siapa yang tidak pernah mendengar atau mencoba kudapan dari singkong ini.
Tape gembong mempunyai nama yang berasal dari daerah di Pati jawa tengah yaitu kecamatan Gembong,banyak warganya yang meraup rupiah dengan usaha pembuatan industri rumahan makanan Tape.

Tidak ketinggalan di desa tetangga Gembong yaitu desa Tergo kudus kecamatan dawe yang letak geografisnya perbatasan dengan kecamatan gembong.
Salah satu pengusaha tape gembong Sarkini menggeluti usaha ini sejak tahun 2022 dengan memanfaatkan potensi desa nya penghasil telo pohong ini menjedi sumber pengahasilan yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga,dalam usahanya Sarkini di bantu suami dan anaknya dan terkadang saat pesenan banyak bisa melibatkan kerabat lainya utk menjalankan busnis yang saat ini ia jalani
“Sehari rata rata bisa produksi sekitar 200-300 besek tape tergantung pesanan”
Saat ini kendala yang terkadang di hadapi ialah keterlambatan pengiriman besek atau tempat utk membungkus tape yang terbuat dari anyaman bambu yang dikirim langsung dari jepara.
Dalam keseharianya Sarkirini bisa menghabiskan 8 sampai 10 karung ketela pohong denga berat rata rata 28kg/karung dengan harga 70.000.
Dalam sekala pemasaran Sarkini dan pengusaha tape gembong lainya tidak ada kendala karena sudah mempunyai pelanggan yang setia hari datang untu membeli , “biasanya yang ambil bakul atau di jual lagi ,banyak pelanggan dari kota pati ,dan kudus sendiri juga kabupaten tetangga lainya seperti Rembang,Blora”
Tape gembong sendiri juga di pasarkan di pinggir pinggir jalan sepanjang jalan pati gembong dan wilayah kota pati dengan harga kisaran Rp.7000-8000 /besek nya.
( Suryono )








