PATI – Tidak seperti postingan postingan sebelumnya yang sepi tanggapan dan komentar, kali ini akun pribadi FB Bupati Pati, @Sudewo dibanjiri bermacam reaksi pro kontra. Padahal akun tersebut malah memposting ucapan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.
Dalam postingan yang dilihat redaksi pada Senin (2/6), mayoritas komentar justru mengritik kebijakan Bupati kader partai Gerindra tersebut.
Berbagai komentar pedas muncul dari reaksi terhadap kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melambung tinggi, Program masuk sekolah 5 hari hingga pelarangan karnaval keramaian dengan menggunakan Sound Horeg. Banyak yang menganggap bahwa kebijakan yang dibuat Sudewo tidak mencerminkan keadilan sosial dalam sila ke 5 Pancasila.
Berikut beberapa komentar warganet yang pro dan kontra dengan kebijakan Bupati Sudewo
Kontra Kebijakan
“Selamat hari lahir Pancasila, semoga Masyarakat miskin tidak semakin menjerit dengan kenaikan pajak yg melambung tinggi, semoga tahun depan bisa naik lebih tinggi lagi, Negeri ini kekayaan alam melimpah tapi tidak bisa utk memenuhi kebutuhan rakyat, hampir semua kebutuhan dibebankan pada rakyat,,, salah satu contoh pajak yg sedang melambung tinggi, sedangkan pekerjaan tidak menentu,,,” tulis akun @S** R****
“Sok2 an pancasila,, sedangkan kebijakane bertentangan,” tulis akun @Suj*** j***.
“Nk wes ngeniki sila pancasila ilang mas .cm ad sila untk kepentingan sendiri dan kelompok,” komen akun @M** Li***
“Pancasila tinggallah untaian kata…menyedihkan…,” komen akun @Yu***
“Rakyat mu wae mbok pleter pajek 250% kok sok sok’an ngomongno toleransi… Satpol PP’mu iku lho iseh njegidek ning tugu kenalpot kuatir nok rakyat’mu iso do mangan,” komen akun @Dw* Mul** C***
“Tolong dikaji dulu sebelum membuat kebijakan, jangan asal ganti peraturan seenaknya, jam sekolah umum jangan dibentrokkan dengan madrasah diniyah, pajak naik ya naik tapi bertahap jangan langsung 250%, larangan sound horeg juga jangan ditengah-tengah jalan, satu kata untuk panjenengan “mengecewakan…”,” komen akun @Im**n R****
“Sebenarnya gimana pajak PBB naik 250 Prosen ? Apa regulasinya sampai 3 tahun ini naik tiga kali ? Apakah Perda tiap tahun di ganti ? Sampai saat ini jika di hitung pajak PBB ugal ugal-ugalan tanpa batas jika di hitung dari tahun 2023 sampai sekarang berarti naik ada 750 proses, silahkan di simak dan komen sebagai contoh 10 ribu jadi 55 rb naik lagi jadi kisaran 100 rb lalu tahun ini naik 250 Prosen,” tulisan akun @Dud** A*****
“Aspirasi masyarakat tidak di dengar, kritikan dari masyarakat tidak diterima, kepemimpinan yang otoriter, kalau masih seperti itu persatuan tidak akan bisa diciptakan,” komen akun @Fo*** mas******** pe**** ling*******.
“Opo ra isin ta pak di bully wong sak pati .. perkoro kebijakan em kui .. padahal y iseh ono proyek akeh seng sekirone iso balekno modal loo .. Proyek dlan tok sak pati dak yo wes ono untunge a .. wong yo 80% dalan do rusak,” komen akun @Ra** Lo*** Tr***
Pro Kebijakan
Sementara itu bagi pendukung Kebijakan Sudewo, hal itu dianggap langkah tepat yang harus diapresiasi dan disupport masyarakat.
“Kami sekeluarga sebagai masyarakat asli pati berterimakasih dan mendukung kebijakan pak Bupati mengenai pelarangan sound horex, karena kegiatan tersebut memang lebih banyak dampak negatifnya daripada positifnya terutama dapat mengganggu ketentraman dimasyarakat yang ingin beristirahat selepas bekerja, dan untuk pihak aparat keamanan yg telah bertindak tegas dan cepat untuk menertibkan oknum yang masih membandel saya turut memberikan apresiasi, lanjutkan,” tulis akun @Han*** A****h J***.
“Ingat kata pepatah pak Sudewo semakin tinggi pohon semakin besar anginnya.
Meski dulu saya tidak mendukung,tapi saya salut atas kerja keras bapak untuk menjadikan pati lebih maju dan baik lagi.Infrastruktur jalan yang sudah nyata pembangunannya akan ditutupi dengan kebijakan yang mereka anggap tidak menguntungkan baginya dengan mengatasnamakan rakyat dan tanpa melihat sisi positifnya,” komen akun @Mb** S***met
Selain itu, ada juga komentar yang sampai mengaitkan langkah Bupati Sudewo dengan keputusan memilihnya di Pilkada Pati 2024. Salah satunya menyebutkan penyesalannya karena telah memilih Sudewo dan juga ada yang sampai menggaungkan masajabatan cukup 1 periode saja.
“Biyen aku pendukungmu PK. Saiki prei,” komen akun @Suc***** z****
“Cukup satu periode dan jejak digitalnya masih ada, d eling2 sok mben nk nyalon sond horeq nyisehi wong iki,” komen akun @ Y*t*o c***ng
Komentar komentar tersebut juga mampu membuat salah satu warganet sangat miris dengan reaksi warganet yang dianggap lebih brutal di postingan yang notabene akun pribadi sang Bupati. Sementara komentar di postingan grup FB untuk wilayah Pati tidak sampai seperti itu.
“ya awoh aku delok grup pati isine koment isih lumayan. neng kene malah brutal kabeh komene,” @Rahardian**** D** P***.
Sebelumnya diberitakan bahwa Bupati Pati, Sudewo memutuskan untuk menaikkan tarif PBB hingga 250% dengan alasan tidak ada kenaikan sama sekali hingga puluhan tahun dan juga untuk dimaksimalkan sebagai sumber pendanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati. Sudewo juga mencanangkan Program Masuk Sekolah 5 Hari. Dan terbaru, yang membuat titik ledak di masyarakat adalah pelarangan penggunaan Sound Horeg di acara keramaian. (sum)








