Pati — Aliansi Santri Pati Untuk Demokrasi (ASPIRASI) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan pimpinan salah satu pondok pesantren Tahfidzul Qur’an di wilayah Dukuh Bagengan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut institusi pesantren yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan serta simbol kepercayaan masyarakat. ASPIRASI menilai persoalan ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik pesantren dan para kiai secara luas.
Dalam sikap resminya, ASPIRASI mendorong penanganan kasus dilakukan secara cepat, objektif, dan transparan oleh semua pihak terkait. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pembentukan tim investigasi independen untuk mengungkap fakta, pengawasan proses klarifikasi agar berjalan adil dan berimbang, serta penyampaian sikap resmi guna menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren.
Selain itu, ASPIRASI juga membuka posko pengaduan dan pendampingan hukum bagi para korban. Layanan ini diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan dan penegakan keadilan.
Masyarakat juga diajak untuk turut serta mengawal kasus ini serta memberikan dukungan kepada korban. ASPIRASI menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum agar bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara tersebut.
Menurut ASPIRASI, pesantren merupakan benteng moral umat, sehingga setiap persoalan yang berpotensi merusak kepercayaan harus ditangani secara serius, bijak, dan penuh tanggung jawab.
ASPIRASI berharap langkah ini dapat membantu mengungkap kebenaran sekaligus menjaga marwah pesantren di tengah masyarakat.
( Warji )









