Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

​Kasus Longsor Tambang di Sukolilo Disebut Tak Sekali Terjadi, Polda Jateng Harus Usut Tuntas  Jangan Tutup Mata

badge-check


					​Kasus Longsor Tambang di Sukolilo Disebut Tak Sekali Terjadi, Polda Jateng Harus Usut Tuntas  Jangan Tutup Mata Perbesar

PATI – Peristiwa tanah longsor di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Pati pada Sabtu (30/5) menyebabkan seorang sopir truk meninggal dunia. Rupanya peristiwa tanah longsor ini diduga tak hanya sekali ini terjadi.

Jasa Pembuatan website Media berita

​Hal itu seperti diungkapkan oleh Koordinator Sukolilo Bangkit, Slamet Riyanto. Dia menyebut tambang itu pernah longsor pada 27 April 2025 lalu.

Hanya saja saat itu tak sampaiviral di media sosial.

​Slamet bahkan menyebut aktivitas tambang itu diduga illegal. Sukolilo Bangkit juga telah melaporkan dugaan tambang illegal itu ke aparat penegak hukum.

​”Dulu juga tidak pernah direspons. Kemudian bulan puasa laporan sama Polsek, Polsek juga gak direspon, 13 April 2026. Kita juga laporan Polres. 17 April ditutup,” ucapnya.

​Hanya saja, setelah beberapa hari tambang itu diduga kembali beroperasi. Sehingga dia meminta agar keberadaan tambang tersebut ditutup permanen.

Di tempat yang  berpisah awak media sempat mewawancarai salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan , saya berharap kepada Polda Jawa Tengah dan Bapak Kapolri untuk mengusut tuntas pengusaha tambang tersebut dan oknum – oknum Aparat yang jadi beking  tambang tersebut, sebab selama ini tidak tersentuh dengan hukum, seolah – olah kebal hukum gak mungkin oknum- oknum aparat dak dapat jatah tetep dapat jatah dari tambang tersebut makanya tambang tersebut bebas beroperasi tanpa takut. Pungkasannya

​Sementara itu saat dikonfirmasi, Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan menyebut proses penyelidikan terkait longsor maut itu telah dilakukan.

Hanya saja untuk penanganannya saat ini telah diambil alih oleh Satreskrim Polresta Pati.

​”Tim inafis dari Polresta Pati juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),”tambah dia.

​Dia juga mengaku belum mengetahui secara detail pemilik dari lahan tersebut. Namun dia mengamini jika ada perangkat desa yang ikut ke rumah duka korban yang ada di Kabupaten Grobogan.

​”Tapi belum tahu apakah sebagai pemilik atau pengelola atau bagaimana,” ujar dia.

​AKP Sahlan menyebut jika peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 pada Kamis (30/4). Dia menyebut warga yang memiliki lahan berniat untuk melebarkan halamannya.

​”Biasa rumah di situ kan rumah bagian belakangnya ada tebing. Kemudian coba dilebarkan dengan alat berat. Ternyata tanahnya getar. Saat mau dimasukkan ke truk terjadi longsoran. Korban meninggal kalau tidak salah bernama Eko warga Kabupaten Grobogan,” tambah dia.

( Tim )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kurang Sorotan Publik, Misteri Mangkraknya Puskesmas Juwana, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

4 Mei 2026 - 07:30 WIB

Aliansi Santri Pati Buka Posko Pendampingan Dugaan Kasus Pelecehan di Pesantren

2 Mei 2026 - 19:38 WIB

Pengguna Jalan Keluhkan Galian C Diduga Ilegal di Desa Pesagen Kecamatan Gunungwungkal / Pati

2 Mei 2026 - 18:37 WIB

Warga Resah, Truk Pengangkut Tanah Uruk Tidak Pake Penutup Terpal dari Galian C Diduga Ilegal Bebas Beroperasi di Kabupaten Rembang, APH Dinilai Tutup Mata

2 Mei 2026 - 12:03 WIB

Agus Kliwir : Selamat AKP Royke, Tapi Harus Ada Perubahan Nyata

1 Mei 2026 - 16:51 WIB

Trending di Berita