Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Pembangunan Jembatan Beton Ketapang: Tambah Gelap Dan Mencurigakan, Sosok Petugas PU Yang Disebut Sering Meninjau Tak Bisa Dikonfirmasi, Suara Terputus, Lokasi Tak Jelas Hanya Ada di Cerita Pekerja

badge-check


					Kolase:Ist Perbesar

Kolase:Ist

KETAPANG – (16/5/2026 ) Misteri di balik pembangunan jembatan beton tipe kotak (box culvert) di dua titik lokasi Kabupaten Ketapang tepatnya di Desa Pangkalan Suka, Kecamatan Nanga Tayap dan Simpang Empat Kumai, Kecamatan Lau, kini semakin tebal dan berbau permainan kotor. Setelah terungkap proyek ini berjalan tanpa SPK, tanpa papan informasi dan masuk kategori proyek siluman, muncul fakta baru yang justru membuat publik makin geleng-geleng kepala dan bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok yang disebut-sebut sebagai petugas Dinas PU Pemprov Kalimantan Barat itu. Apakah benar ada, atau hanya sosok rekayasa untuk menutupi kejahatan administrasi?

Berdasarkan penelusuran mendalam awak media di lokasi kegiatan proyek tersebut, justru para pekerja di lapangan secara konsisten memberikan keterangan yang sama. Mereka menyebutkan bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai petugas atau orang dari lingkungan Dinas PU Pemprov Kalbar, yang diklaim sering datang turun ke lokasi, melihat pekerjaan dan memberikan arahan-arahan tertentu.

Jasa Pembuatan website Media berita

Menurut pengakuan pekerja, orang itulah yang dianggap sebagai pihak pengawas atau penanggung jawab dari dinas terkait
Namun, ketika awak media berusaha menelusuri lebih jauh dan berniat mengkonfirmasi langsung kebenaran keberadaan maupun peran orang yang dimaksud, hasilnya sangat aneh mencurigakan, dan justru makin memperkuat dugaan bahwa ini semua diatur-atur.

Berikut kronologi keganjilan tersebut saat awak media berupaya menghubungi dan berbicara dengan sosok yang diklaim sebagai orang PU tersebut. Sambungan telepon berdering dan terhubung, namun apa yang terjadi selanjutnya sangat tidak wajar suaranya terdengar sangat terputus – putus, tidak jelas, tidak bisa dimengerti apa yang dikatakan, seolah-olah sengaja dibuat tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Berkali-kali awak media meminta agar berbicara lebih jelas atau memindah tempat agar sinyal bagus, namun kondisinya tetap sama suara hilang timbul.

Kemudian berisik, dan akhirnya terputus sama sekali tanpa mendapatkan jawaban apa pun. Yang lebih parah lagi keberadaan orang yang disebut-sebut sebagai petugas PU itu pun tidak jelas. Sosok tersebut tidak pernah ada di lokasi saat awak media melakukan pemantauan, pengecekan maupun ingin wawancara di lapangan. Keberadaan, kehadiran, maupun perannya di proyek tersebut hanya berdasarkan pengakuan lisan oleh seorang pekerja saja, tidak ada bukti fisik, tidak ada dokumen, tidak ada kartu pengenal, dan tidak ada pihak lain yang bisa memastikan siapa sebenarnya orang tersebut apa namanya, dan jabatan apa yang diembannya. Fakta ini sangat fatal dan menimbulkan pertanyaan besar.

Kalau dia benar petugas PU yang resmi, bertugas mengawasi pembangunan negara kenapa saat mau dikonfirmasi suaranya sengaja dibuat terputus-putus, takut apa dan apa ada apa. Kenapa keberadaannya hanya ada di cerita pekerja saja, tapi wujud aslinya tak pernah terlihat saat ingin awak media ingin mengkonfirmasikan tentang kegiatan proyek pembangunan jembatan tersebut yang tanpa papan informasi. Apakah dia orang yang benar suruhan dari dinas PU Pemprov tersebut, atau hanya sosok “bayangan” yang dijadikan tameng agar proyek ini terkesan resmi dan diawasi dinas. Kalau benar dia sering datang meninjau, melihat langsung proyek jalan tanpa SPK, tanpa papan plang, melanggar semua aturan kenapa tidak pernah menegur dan tidak pernah menghentikan, atau melaporkan ketidakberesan itu ke atas.

Ini adalah bukti nyata bahwa proyek ini bukan hanya siluman, tapi juga dipenurun sosok – sosok samar dan tak berwajah sepertinya. Ada oknum yang sengaja menciptakan kesan bahwa proyek ini ada pengawasnya, ada yang bertanggung jawab, dan ada hubungan dengan dinas terkait, padahal faktanya semua gelap, semua tak jelas, semua serba omongan saja tanpa bukti apa pun.

Padahal aturan pengadaan barang dan jasa sangat tegas pengawas proyek wajib diketahui identitasnya, wajib ada datanya, wajib tercatat, dan wajib bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sosok pengawas saja samar-samar, suaranya tak jelas saat dikonfirmasi, dan wujudnya tak pernah ada, lalu siapa yang akan menjamin kegiatan pembangunan proyek jembatan lintas trans Kalimantan Barat kabupaten Ketapang hingga berita ini ditayangkan,- bersambung. (Joni)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Ketapang Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih 2026 di Sejumlah Gereja

15 Mei 2026 - 17:08 WIB

Predator Kasus Cabul Wajib di Kebiri Kimia, Agus Kliwir Desak Mapolresta Pati

15 Mei 2026 - 13:12 WIB

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Menggelar Aksi Demonstrasi Di Depan Polresta Pati

13 Mei 2026 - 17:37 WIB

Raih Skor 243, Nabila Nur’Aini Sabet Juara 2 Pencak Silat Kabupaten Rembang

13 Mei 2026 - 11:44 WIB

Galian C Ilegal di Mojoagung, Pati, Kembali Beroperasi; Aparat Kepolisian Diminta Jangan Tutup Mata

12 Mei 2026 - 21:50 WIB

Trending di Berita