PATI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati kembali melaksanakan pembagian premi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang aktif dan berprestasi dalam program bimbingan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juli lalu, sebagai wujud apresiasi atas partisipasi, kedisiplinan, serta produktivitas WBP dalam menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi melalui program pembinaan kemandirian.
Pembagian premi berjalan tertib, lancar, dan transparan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Langkah ini menjadi bukti nyata penghargaan instansi terhadap hasil kerja keras dan kemajuan yang dicapai para warga binaan selama mengikuti kegiatan pembinaan.
Sebelum penyerahan premi dilaksanakan, Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, memberikan arahan secara langsung kepada seluruh peserta bimbingan kerja, didampingi Kepala Subseksi Kegiatan Kerja. Dalam penyampaiannya, Suprihadi mengajak seluruh WBP untuk tetap memelihara semangat mengikuti setiap tahapan pembinaan, terus berupaya mengembangkan keterampilan diri, serta senantiasa menjaga kedisiplinan dan standar kualitas hasil kerja.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja juga menekankan pentingnya keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana. Hal tersebut dinilai sebagai bekal paling berharga yang akan berguna bagi WBP saat kembali hidup bermasyarakat nanti, guna membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen instansi dalam menyelenggarakan sistem pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program bimbingan kerja tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan teknis, namun juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa kemandirian sebagai persiapan utama reintegrasi sosial ke masyarakat.
“Premi yang diterima hari ini bukan sekadar imbalan atas hasil pekerjaan, melainkan penghargaan nyata atas semangat, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar dan berubah menjadi lebih baik,” ujar Suprihadi.
Lebih lanjut ia berharap, seluruh WBP dapat memanfaatkan kesempatan pembinaan yang ada sebaik-baiknya, terus meningkatkan kemampuan diri, serta menjadikan pengalaman dan keterampilan ini sebagai modal kuat untuk meraih masa depan yang lebih produktif dan bermartabat saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
( Hum / MK )









