PATI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati melaksanakan kegiatan panen ikan lele di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (22/7/2026).

Kegiatan panen ini merupakan hasil proses budidaya ikan lele yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari persiapan kolam, pemeliharaan harian, hingga masa panen. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 56 kilogram ikan lele yang kemudian diserahkan ke dapur Bama Lapas Pati untuk kebutuhan konsumsi.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh jajaran Lapas Kelas IIB Pati bersama warga binaan yang terlibat dalam program budidaya, di bawah pendampingan petugas pembinaan. Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, turut hadir menyaksikan jalannya panen.
Bertempat di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) lingkungan Lapas Kelas IIB Pati, Kabupaten Pati.
Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang perikanan sebagai bekal kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kerja sama kepada seluruh warga binaan.
Selama proses budidaya, warga binaan dibimbing secara bertahap oleh petugas mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga penanganan pasca panen. Hasil panen yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan internal lapas, namun juga menjadi bukti keberhasilan pendekatan pembinaan berbasis keterampilan dan karakter.
“Berbagai program kemandirian yang dilaksanakan di Lahan SAE tidak hanya bertujuan menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga membentuk karakter serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Pati dalam menyelenggarakan pembinaan yang tidak sekadar menindak, melainkan juga memberdayakan warga binaan agar siap berintegrasi kembali dengan lingkungan sosial.
( Tim investigasi )









