Aceh Timur – Proses verifikasi rumah warga korban bencana Aceh Timur memang menuai kritik karena dianggap tidak akurat dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Warga merasa bahwa hasil verifikasi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya kerusakan rumah mereka.
Menurut Saiful, salah seorang pemerhati lingkungan dan sosial Aceh Timur, proses verifikasi hanya dilakukan secara formalitas dan tidak mempertimbangkan kerusakan internal rumah. “ Bahkan, ada rumah yang hanyut rata dengan tanah tapi tidak mendapatkan keterangan atau nilai apa pun,” ujar Saiful, Sabtu (14/2).
BNPB sendiri telah melibatkan 220 mahasiswa lokal untuk melakukan verifikasi data kerusakan rumah pascabencana banjir di Aceh Timur. Namun, masih ada kekhawatiran bahwa proses ini tidak berjalan dengan baik.
Beberapa kemungkinan yang menyebabkan kesalahan data kerusakan berubah adalah:
– Kurangnya pengawasan: Proses verifikasi mungkin tidak dilakukan dengan pelaksana yang baik, sehingga hasilnya tidak akurat.
– Ketergantungan pada data administratif: Proses verifikasi mungkin terlalu bergantung pada data administratif yang tidak akurat.
– Kurangnya partisipasi masyarakat: Masyarakat mungkin tidak dilibatkan secara aktif dalam proses verifikasi, sehingga hasilnya tidak mencerminkan kebutuhan mereka.
Pemerintah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan proses verifikasi untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga korban bencana. (DDN)








