Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Diduga Sempat Ditolak, Akhirnya Laporan Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat Rumah Diterima Polsek Pancur Batu

badge-check

Ws didampingi ibunya melapor ke Polsek Pancur Batu terkait dugaan penipuan pengurusan sertifikat rumah oleh notaris yang dialaminya Perbesar

Ws didampingi ibunya melapor ke Polsek Pancur Batu terkait dugaan penipuan pengurusan sertifikat rumah oleh notaris yang dialaminya

Medan | patrolinusantara.press – Setelah sempat diduga ditolak oleh oknum penyidik Polsek Pancur Batu akhirnya laporan Ws terkait dugaan penipuan pembelian sebuah rumah atau pengurusan sertifikat rumah diterima oleh Polsek Pancur Batu usai korban mendatangi SPKT Polrestabes Medan.

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang hampir dua jam untuk mendatangi unit SPKT Polrestabes Medan, pelapor kembali disarankan oleh petugas SPKT untuk kembali membuat laporan di Polsek Pancur Batu dan Laporan Ws bersama ibunya yang berusia paruh baya akhirnya diterima oleh Polsek Pancur Batu dengan nomor STLP/B/69//II/ 2024/ SPKT/POLSEK PANCUR BATU/RESTABES MEDAN/POLDA SUMUT pada tanggal 28 Februari 2024.

Jasa Pembuatan website Media berita

Korban Ws yang didampingi ibu kandungnya dan wartawan saat ke Mapolsek Pancur Batu, menerangkan bahwa dirinya datang ke Polsek Pancur Batu karena diduga merasa tertipu karena surat sertifikat rumah yang ia beli sudah lebih dari satu tahun tidak kunjung siap dibalik namakan dari sebuah kantor Notaris Rs yang disarankan oleh penjual rumah ibu Tn.

“Awalnya kami mendatangi Polsek Pancur Batu, namun kami diarahkan untuk membuat laporan ke Polrestabes Medan, kami tadi ke Polrestabes Medan namun kami kembali disuruh oleh ibu Polwan untuk membuat laporan di Polsek Pancur Batu. Kami membeli rumah yang katanya rumah miliknya ibu Tn yang berada di Jalan Puna Sembiring senilai Rp. 130.000.000,-. Itu sudah kami bayar cash, ada kwitansinya. Ibu Tn sebagai pemilik rumah membujuk dan membawa kami agar balik nama sertifikat menggunakan jasa kantor Notaris Rs yang diduga berada di Kecamatan Maimun. Kami sempat heran padahal di daerah kami membeli rumah pun ada kantor Notaris, katanya itu Notaris itu saudaranya dan dia sudah sering menggunakan jasa notaris tersebut,” urai Ws

Akhirnya, masih kata Ws, ia menuruti kemauan ibu Tn dan berangkat ke kantor Notaris Rs yang dimaksud dan setibanya di kantor Notaris tersebut Ws pun diberikan oleh Rs surat tanda terima dan membayar uang senilai Rp 3.500.000 untuk biaya pengurusan balik nama sertifikat rumah yang sudah ia beli tersebut.

“Kami kesal, pada bulan November tahun 2023 kami datang ke kantor Notaris Rs. Saat itu kami bertemu dengan Rs langsung, dia menjelaskan bahwa surat sertifikat rumah kami akan selesai pada akhir bulan Desember 2023, kami senang mendengar hal tersebut namun sampai pada bulan yang dia maksud surat tersebut tidak juga selesai,” ucapnya

Tak putus asa sampai disitu saja, Ws kembali menghubungi oknum Notaris Rs dan lagi-lagi Rs berjanji kepadanya bahwa surat tersebut akan diberikan pada bulan dua tepatnya lewat pemilu.

“Lagi-lagi dia berjanji kepada kami, dia katakan bahwa surat tersebut akan diberikan pada kami pada saat lewat pemilu atau pada bulan dua tahun 2024, namun setelah menunggu sebulan lebih atau tepatnya setelah selesai pemilu kami kembali menanyakan hal tersebut kepada Notaris Rs, lagi-lagi kami di ulur-ulur, akhirnya kami merasa ada dugaan penipuan dalam hal tersebut, sehingga kami mendatangi Polsek Pancur Batu ini untuk meminta keadilan, kami harap laporan kami secepatnya diproses,” harapnya.

Ditambahkan Ws bahwa rumah tersebut sudah lunas dibayarkannya kepada pemilik ibu Tn seharga Rp. 130.000.000,-.

“Sudah kami bayar sesuai dengan kesepakatan kami, tapi aneh kan sudah setahun surat itu tidak kami terima dari notaris yang dia katakan saudaranya itu, kalau tidak ada bujuk rayu dia kami tidak akan pernah melakukan pengurusan apa pun di kantor notaris tersebut, kami sangat kecewa,” tandasnya

Sebelumnya, Notaris Rs saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menjelaskan bahwa Ws sudah dihubunginya via WA.

“Jadi ini saya sudah di kantor, Ibu Tn juga sudah di kantor lagi menunggu Ws kalau dia bisa datang, datanglah dia kesini, saya sudah wa dia tapi tidak bisa dihubungi,” ujar Notaris Rs.

 

(Leodepari)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sempat Memanas, Dua Kelompok Massa Pengawal Sidang Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang Dipisahkan Polisi

21 September 2026 - 17:45 WIB

Media Bratapos Se-Jawa Tengah Peringati HUT ke-12 dengan Syukuran dan Bakti Sosial di Rembang

21 September 2026 - 09:34 WIB

Setelah Empat Hari Hilang, Jasad Nelayan Haryanto Ditemukan Terdampar di Pantai Tayu

20 September 2026 - 21:04 WIB

Dulur Sikep Nyawiji, SMSI, dan Polresta Pati Bersalurkan 20 Tangki Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

19 September 2026 - 20:15 WIB

DPC Lindu Aji Jolosutro Salurkan 60 Tangki Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

19 September 2026 - 19:51 WIB

Trending di Berita