Garut – Gempa di Garut dengan magnitudo (M) 6,2 (data mutakhir BMKG) terasa hingga Jabodetabek hingga Bandung, pada Sabtu 27 April 2024. BMKG menyebut gempa terjadi karena adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng (intra-slab earthquake),” kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Minggu (28/4/2024).
Daryono mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust Fault). Gempa ini tak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar mencatat setidaknya 41 unit rumah, 1 faskes, 1 benteng perbankan dan 1 unit mobil mengalami kerusakan hingga Minggu (28/4/2024).
Kerusakan bangunan juga terjadi di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan data sementara dari BPBD Ciamis, ada 12 rumah yang rusak tersebar di lima kecamatan, yaitu Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Cihaurbeuti dan Ciamis.
“Data sementara ada 12 bangunan rumah yang mengalami kerusakan di Ciamis,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani, Minggu (28/4/2024).
Tidak Ada Korban Jiwa
Hingga kini, tidak ada korban jiwa akibat gempa Garut 27 April 2024. Namun, sebanyak empat orang dikabarkan mengalami luka.
“Untuk korban jiwa, sampai saat ini dipastikan tidak ada, tapi ada korban luka 4 orang. Sekarang seluruhnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah lagi, setelah mendapatkan perawatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar.
(Sum)








