PATI – Ketua Lindu Aji Jolosutro Pati, Haji Boim, mengecam keras dugaan tindakan arogansi yang dilakukan sejumlah anggota Aliansi Masyarakat saat berada di Gedung DPRD Kabupaten Pati.
Menurut Haji Boim, Gedung DPRD merupakan fasilitas negara sekaligus rumah rakyat yang harus dihormati oleh siapa pun. Penyampaian aspirasi maupun perbedaan pendapat, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk bertindak semena-mena.
Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap disertai etika, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap aturan yang berlaku.
«“Silakan menyampaikan aspirasi, silakan mengkritik. Tetapi jangan sampai cara menyampaikannya justru merusak wibawa lembaga negara. Gedung DPRD bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling kuat,” ujar Haji Boim.»
Haji Boim juga mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan agar tidak membawa nama organisasi untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencoreng citra organisasi.
Menurutnya, ormas memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial serta menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah.
«“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan dialog. Jangan menggunakan tekanan, intimidasi atau tindakan yang bernuansa arogansi. Kita semua harus menjaga Pati tetap kondusif,” katanya.»
Ia meminta aparat maupun pihak terkait menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya tindakan yang melanggar hukum.
«“Jangan sampai demokrasi disalahartikan sebagai kebebasan untuk berbuat semaunya. Kita punya aturan. Siapa pun yang melanggar, kalau memang terbukti, harus bertanggung jawab,” tegas Haji Boim.»
Haji Boim berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun DPRD tetap diperlukan sebagai bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat.
«“Beda pendapat itu biasa. Kritik itu penting. Tetapi adab dan etika tetap harus dijaga. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Pati bisa menyampaikan aspirasi dengan tegas tanpa harus arogan,” pungkasnya.»
( Sholeh )








