Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Ketua Lindu Aji Jolosutro Pati Kecam Keras Tindakan Arogansi di Gedung DPRD Pati

badge-check

Ketua Lindu Aji Jolosutro Pati Kecam Keras Tindakan Arogansi di Gedung DPRD Pati Perbesar

PATI – Ketua Lindu Aji Jolosutro Pati, Haji Boim, mengecam keras dugaan tindakan arogansi yang dilakukan sejumlah anggota Aliansi Masyarakat saat berada di Gedung DPRD Kabupaten Pati.

Menurut Haji Boim, Gedung DPRD merupakan fasilitas negara sekaligus rumah rakyat yang harus dihormati oleh siapa pun. Penyampaian aspirasi maupun perbedaan pendapat, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk bertindak semena-mena.

Jasa Pembuatan website Media berita

Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap disertai etika, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap aturan yang berlaku.

«“Silakan menyampaikan aspirasi, silakan mengkritik. Tetapi jangan sampai cara menyampaikannya justru merusak wibawa lembaga negara. Gedung DPRD bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling kuat,” ujar Haji Boim.»

Haji Boim juga mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan agar tidak membawa nama organisasi untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencoreng citra organisasi.

Menurutnya, ormas memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial serta menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah.

«“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan dialog. Jangan menggunakan tekanan, intimidasi atau tindakan yang bernuansa arogansi. Kita semua harus menjaga Pati tetap kondusif,” katanya.»

Ia meminta aparat maupun pihak terkait menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya tindakan yang melanggar hukum.

«“Jangan sampai demokrasi disalahartikan sebagai kebebasan untuk berbuat semaunya. Kita punya aturan. Siapa pun yang melanggar, kalau memang terbukti, harus bertanggung jawab,” tegas Haji Boim.»

Haji Boim berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun DPRD tetap diperlukan sebagai bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat.

«“Beda pendapat itu biasa. Kritik itu penting. Tetapi adab dan etika tetap harus dijaga. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Pati bisa menyampaikan aspirasi dengan tegas tanpa harus arogan,” pungkasnya.»

( Sholeh )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sinergi Tiga Pilar: 20 Tangki Air Bersih Diberangkatkan dari Mapolresta Pati Bantu Warga Terdampak Kekeringan

21 September 2026 - 21:58 WIB

Lapas Kelas IIB Pati Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama DPD GERAM untuk Warga Binaan

21 September 2026 - 19:51 WIB

Sempat Memanas, Dua Kelompok Massa Pengawal Sidang Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang Dipisahkan Polisi

21 September 2026 - 17:45 WIB

Media Bratapos Se-Jawa Tengah Peringati HUT ke-12 dengan Syukuran dan Bakti Sosial di Rembang

21 September 2026 - 09:34 WIB

Setelah Empat Hari Hilang, Jasad Nelayan Haryanto Ditemukan Terdampar di Pantai Tayu

20 September 2026 - 21:04 WIB

Trending di Berita