Depok | patrolinusantara.press – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-78, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menggelar acara Kirab Merah Putih. Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan acara kirab di Monas, Bekasi, Surabaya dan Jombang, kali ini giliran kota Depok
Bendera Merah Putih sepanjang 150 meter diarak secara bersama-sama pada hari Minggu (3/9/2023). Peserta kirab dari anggota PNIB ditambah dari berbagai unsur masyarakat kota Depok, terlihat sudah berkumpul sejak pukul 07.00 pagi di seputar Taman Juanda Margonda Depok. Massa yang berjumlah sekitar 300 orang kemudian berjalan ke arah Balaikota Depok sambil menyanyikan lagu-lagu Nasional.
Peserta kirab sempat mengheningkan cipta sejenak di depan balaikota Depok, berdoa bersama untuk Depok lebih baik dan maju seperti daerah lainya dan ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
Menurut Ketua Umum PNIB, Gus Wal selaku penggagas acara menyampaikan acara kirab kali ini mengusung tema “Depok Selamanya Merah Putih, Menolak Keras & Melawan Politik Identitas, Khilafah Radikalisme Terorisme & Politisasi Agama”. Acara tersebut menjadi perwujudan semangat kebangsaan dan kesatuan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
PNIB berharap ada perubahan signifikan di kota Depok dimulai 2024 mendatang.
“Melalui Kirab Merah Putih ini, PNIB ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dan berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Sambut Pemilu serentak 2024 dengan riang gembira, tanpa permusuhan dan kebencian,” jelas Gus Wal.
PNIB berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun dan memperkuat semangat nasionalisme dan kebangsaan di Indonesia, terutama di kalangan pemuda. Setelah Depok direncanakan kirab merah putih akan digelar juga di kota Yogyakarta pada hari Minggu (10/9/2023).
“Kami akan terus bersafari merah putih ke kota-kota lain di Indonesia. Menghimbau masyarakat untuk bersama sama menjaga kampung desa kita dari bahaya laten Salafi/Wahabi, FPI NII PKI dan HTI, serta bahaya laten Politik Identitas, Khilafah Radikalisme Terorisme Dan Menolak bangkitnya FPI HTI. Jaga rumah ibadah, Masjid dan Musholla agar tidak digunakan untuk kegiatan politik atau politisasi agama. Mari kita menguatkan Nasionalisme, Kebangsaan, Agama Dan Budaya (Nasab) dengan membumikan Pancasila dan merah putih,” jelas Gus Wal seusai acara kirab.
(Sup)








