Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Kurang 500 Baglog Jamur, Pembeli Rembang Jauh-jauh ke Gembong Tak Temui Pihak Terkait

badge-check

Kurang 500 Baglog Jamur, Pembeli Rembang Jauh-jauh ke Gembong Tak Temui Pihak Terkait Perbesar

PATI — Intamah, warga Kabupaten Rembang, melakukan perjalanan jauh menuju Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, pada Selasa (21/9/2026), guna mencari kejelasan terkait pesanan baglog jamur yang dinilai tidak sesuai kesepakatan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil lantaran pihak yang dicari, Aan Pramono, tidak ditemukan di lokasi.

Intamah memesan 2.000 baglog jamur kepada Aan Pramono atas nama Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan telah melunasi seluruh pembayaran. Ketika kiriman tiba pada 18 September 2026, jumlah yang diterima hanya sekitar 1.500 baglog. Terdapat kekurangan 500 baglog yang nilainya diperkirakan mencapai Rp1,4 juta.

Jasa Pembuatan website Media berita

Intamah bersama temannya, Bariroh, mendatangi kediaman keluarga Aan Pramono di Gembong untuk menanyakan kejelasan pesanan. Namun Aan tidak ada di tempat. Keduanya sempat berbincang dengan pihak keluarga, namun informasi yang diperoleh belum dapat dikonfirmasi langsung kepada Aan.

Persoalan semakin rumit setelah Intamah mendapati fakta bahwa pihak yang dianggap sebagai jasa pengiriman ternyata merupakan pemasok langsung baglog jamur. Pihak pemasok menyatakan belum menerima pembayaran dari Aan dan justru meminta pelunasan kepada Intamah, bahkan mengancam akan mengambil kembali 1.500 baglog yang sudah diterima jika tidak segera dibayar.

“Saya beli dari Aan dan sudah saya bayar lunas. Pesanan saya saja masih kurang 500 baglog. Kalau ada persoalan pembayaran antara Aan dengan pemasok, saya tidak tahu,” tegas Intamah.

Intamah memesan dan melunasi pembayaran 2.000 baglog jamur kepada Aan Pramono.18 September 2026: Barang tiba, hanya 1.500 baglog yang diterima.

21 September 2026: Intamah dan Bariroh berangkat dari Rembang ke Gembong menemui Aan, namun tidak ditemui.

Pemasok menyatakan belum menerima uang dari Aan dan meminta pembayaran kepada Intamah.

Intamah menegaskan tidak bersedia membayar dua kali maupun menyerahkan barang yang sudah diterima. Ia menginginkan kejelasan terkait kekurangan 500 baglog, serta kejelasan hubungan sesungguhnya antara Aan Pramono dengan pihak pemasok.

“Saya berharap jangan sampai ada korban lain seperti kami,” ucap Intamah.

Hingga saat ini, Aan Pramono belum memberikan klarifikasi. Sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban: mengapa hanya 1.500 baglog dikirim, ke mana 500 baglog lainnya, serta bagaimana alur pembayaran dan hubungan antara pihak-pihak terkait. Perjalanan dari Rembang ke Gembong belum membawa jawaban, melainkan meninggalkan pertanyaan yang masih memerlukan penjelasan resmi dari semua pihak.

(Suryono)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Dukuh Gadungan Pertanyakan Kas Makam, Musyawarah di Kantor Desa Sejomulyo Berakhir Serah Terima Aset Rp23 Juta

22 September 2026 - 20:42 WIB

Sinergi Tiga Pilar: 20 Tangki Air Bersih Diberangkatkan dari Mapolresta Pati Bantu Warga Terdampak Kekeringan

21 September 2026 - 21:58 WIB

Lapas Kelas IIB Pati Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama DPD GERAM untuk Warga Binaan

21 September 2026 - 19:51 WIB

Sempat Memanas, Dua Kelompok Massa Pengawal Sidang Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang Dipisahkan Polisi

21 September 2026 - 17:45 WIB

Media Bratapos Se-Jawa Tengah Peringati HUT ke-12 dengan Syukuran dan Bakti Sosial di Rembang

21 September 2026 - 09:34 WIB

Trending di Berita