Klaten | patrolinusantara.press – Isu perselingkuhan oknum Sekdes dengan sesama Perangkat desa memantik protes warga. Dalam tulisan di spanduk yang terpasang, warga meminta Kepala Desa untuk memecat Sekretaris Desa yang santer dikabarkan menjalin asmara terlarang dengan Perangkat Desa lainnya.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Klaten.
Dilansir dari detikjateng, kondisi memanas itu ditandai dengan pemasangan dua spanduk kain di jalan utama desa, yakni di simpang tiga tepi Jalan Raya Trucuk-Pedan.
Spanduk tersebut dipasang di dekat tugu KB. Di lokasi juga terpasang baliho tiga calon Kades yang akan bertanding di Pilkades serentak tanggal 5 Juli nanti.
Dua spanduk tersebut ditulis dengan cat semprot merah dan hitam. Tulisan spanduk berbunyi, “Pak Sarwono Sekdes mu Edan Pecaten” dan “Pecat Sekdes Mandong”.
Warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan spanduk itu muncul terkait kabar Pak Sekdes Mandong yang menyukai salah seorang perangkat desanya. Dia pun tidak tahu kebenaran soal isu perselingkuhan tersebut.
“Selingkuh betul atau tidaknya saya tidak tahu. Tapi berita yang beredar di sini, Pak Sekdes itu suka dengan salah satu perangkat desa satu kantor,” katanya dilansir dari detikJateng.
Pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat dan lainnya, telah menindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi kepada semua pihak kemarin. Hasilnya juga sudah dilaporkan ke kecamatan.
“Sudah dilaporkan ke kecamatan tapi hasilnya seperti apa belum saya baca. Nanti kita tindaklanjuti ke inspektorat kabupaten untuk sanksinya seperti apa,” kata Camat Trucuk, Rabiman.
Semnatara itu, Sekdes Mandong, J, saat diminta konfirmasi enggan memberikan penjelasan. Namun, dia membenarkan ada klarifikasi di balai desa.
“Saya tetap komitmen tidak sampaikan ke siapapun, nanti saya sampaikan ke yang berwenang, itu komitmen saya. Sudah (ada klarifikasi),” ungkap J.








