Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Pemkab Jepara Evaluasi Seluruh SPPG Pastikan Pelaksanaan Sesuai Standar Gizi dan Ketentuan Teknis

badge-check

Rapat koordinasi penguatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (4/3/2026). (Foto:Dok Jeparakab)
Perbesar

Rapat koordinasi penguatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (4/3/2026). (Foto:Dok Jeparakab)

JEPARA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara terus diperkuat, melalui evaluasi dan langkah korektif terstruktur. Penguatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (4/3/2026).

Rakor itu dipimpin Wakil Bupati Jepara sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Jepara Muhammad Ibnu Hajar. Hadir dalam kegiatan itu Sekda Jepara, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Jepara, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepala puskesmas, para camat, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Jasa Pembuatan website Media berita

Gus Hajar, sapaan akrab M. Ibnu Hajar, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program tetap sesuai standar gizi dan ketentuan teknis. Pemerintah daerah, kata dia, ingin menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan. “Kita ingin memastikan seluruh pelaksanaan berjalan sesuai SOP dan juknis. Standar mutu dan keamanan pangan harus tetap terjaga,” ujarnya.

Wabup menyampaikan, hasil monitoring menunjukkan masih terdapat penyesuaian pada kesesuaian jumlah dan komposisi bahan pangan dengan indeks menu. Ketertiban pelaporan administrasi juga menjadi perhatian dalam evaluasi.

Menurut dia, kepala SPPG dan mitra diminta segera melakukan penyesuaian variasi menu sesuai standar gizi. SPPG yang belum memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), juga diwajibkan segera mengajukan permohonan dengan pendampingan Dinas Kesehatan.

Selain itu, pengendalian pengadaan bahan pangan akan diperkuat melalui pembaruan informasi Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan menjaga akuntabilitas program. “Kita perkuat koordinasi dan monitoring secara rutin. Program ini harus berjalan baik dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” kata Gus Hajar.

Ia menjelaskan masih terdapat beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan, terutama terkait kesesuaian bahan pangan dengan indeks menu, ketertiban pelaporan substitusi bahan, serta sinkronisasi antara laporan administrasi dan kondisi operasional di lapangan.

Gus Wabup Hajar menegaskan temuan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan tata kelola program. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan. (hum)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dulur Sikep Nyawiji, SMSI, dan Polresta Pati Bersalurkan 20 Tangki Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

19 September 2026 - 20:15 WIB

DPC Lindu Aji Jolosutro Salurkan 60 Tangki Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

19 September 2026 - 19:51 WIB

Lapas Kelas IIB Pati Gelar Senam Hipertensi, Jaga Kesehatan Warga Binaan

19 September 2026 - 19:33 WIB

SMSI Dorong Perkuat Tata Kelola Perusahaan Pers Hadapi Era Digital

19 September 2026 - 12:13 WIB

SUSU MBG DIDUGA PENYEBAB SISWA DI PATI KERACUNAN, KEMASAN DITEMUKAN ISI BERWARNA TIDAK WAJAR

18 September 2026 - 21:12 WIB

Trending di Berita