Pati – Terkait proyek pengaspalan jalan yang dikerjakan kontraktor di beberapa titik di wilayah Kabupaten Pati yang sudah melaksanakan pengambilan sampel core drill, kini menjadi pertanyaan para pemerhati pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Pati.
Pasalnya, pengambilan sampel Core drill, diduga banyak yang menyimpang. Hal itu diketahui dengan sudah ditentukannya titik Core drill, agar mendapatkan ukuran ketebalan yang sudah ditentukan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Diketahui, proyek pengaspalan yang dikerjakan oleh berbagai kontraktor tersebut, tidak sesuai Spek dan asal jadi di duga ada permainan antara kontraktor dengan dinas Terkait.
Sebelumnya, berdasarkan hasil investigasi tim media di beberapa kegiatan tersebut, pada waktu selesai pengerjaan, dilakukan pengukuran menggunakan alat sigmat untuk ketebalan volume aspal.
Bahkan, mengenai pengiriman aspal pihak kontraktor diduga telah mengurangi spesifikasi pengiriman tonase material aspal.
Menurut salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ini semua dikarenakan lemahnya pengawasan konsultan dan Dinas terkait.
“Konsultan itu sudah dibayar oleh pemerintah untuk pengawasan, yang notabenenya memakai anggaran APBD, jadi mereka harus bekerja sesuai dengan aturan yang sudah disepakati dalam surat perjanjian kontrak,” terangnya, Rabu (15/5).
Lanjutnya , namun terkadang ketika pihak kontraktor sedang melakukan kecurangan dalam sesuatu kegiatan, seakan-akan konsultan tutup mata, apa memang mereka dapat fee dari kontraktor, sampai tidak berani tegas.
“Kalau memang konsultan selalu diam ketika kontraktor melakukan kecurangan, saya menduga ada permainan kongkalikong antara konsultan dan pemborong/kontraktor,” imbuhnya.
Iya pun mengungkap, temuan pihaknya bahwa dalam proyek-proyek ini memang ada sejumlah kecacatan prosedural, sehingga ia meminta pihak ( BPK ) Badan Pemeriksa Keuangan agar turun tangan.
“Kami duga, proyek-proyek tersebut dijadikan “Bancakan” oleh kontraktor untuk mencari keuntungan yang lebih besar yang akan berdampak merugikan masyarakat dari kualitas dan kuantitas.
(Tim)








