Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Restu Prabu Brawijaya V dan Keruntuhan Majapahit Menjadi Bagian Sejarah Kota Demak

badge-check


					(Ilustrasi:chatgpt)
Perbesar

(Ilustrasi:chatgpt)

patrolinusantara.id – Sejarah Demak tidak lepas dari Kerajaan Majapahit khususnya saat pemerintahan Prabu Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Raden Fatah sebagai Sultan pertama Kasultanan Bintoro, Demak merupakan putra Prabu Kertabumi dengan Putri Cempa. Sewaktu dalam kandungan, Putri Cempa dihadiahkan kepada Aria Damar, penguasa Palembang. Oleh sebab itu, Raden Fatah lahir di Palembang.

Setelah dewasa Raden Fatah berguru pada Sunan Ampel dan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Nyai Ageng Maloka. Atas perintah Sunan Ampel, Raden Fatah bermukim di Glagah Wangi atau Bintoro untuk menyiarkan agama Islam. Selanjutnya Raden Fatah dan Sunan Ampel pergi ke Majapahit menghadap Prabu Kertabumi untuk menceritakan asal usul dan tujuannya membuka Glagah Wangi atau Bintoro.

Jasa Pembuatan website Media berita

Mendengar hal tersebut Prabu Kertabumi mengakuinya sebagai putra dan mengijinkan Raden Fatah meneruskan tujuannya dan mendirikan masjid. Bintoro semakin berkembang tidak hanya sebagai pusat penyiaran Agama Islam, namun juga sebagai pusat kegiatan politik, militer, perdagangan dan pengembangan budaya Islam Indonesia. Raden Fatah kemudian diangkat sebagai Adipati Notopraja.

Pertumbuhan Kadipaten Bintoro menjadi pesat. Hal ini tidak terlepas dari kekalutan politik di pusat Kerajaan Majapahit yang diwarnai oleh munculnya kembali benih pertentangan antara keturunan Dinasti Singosari dengan Kediri. Girindra Wardana Dyah Rama Wijaya putri Bhre Pandan Salas menyerbu Keraton Majapahit, dan Prabu Kertabumi gugur dalam peperangan. Mendengar Prabu Kertabumi wafat, Raden Fatah mengirimkan pasukan perang dipimpin Pangeran Kudus untuk menyerbu Majapahit sebagai balas atas wafat ayahnya.

Setelah berhasil mengalahkan Majapahit, Demak berusaha memunculkan diri sebagai penguasa politik di Jawa. Atas upaya para Wali didukung para penguasa wilayah yang sudah menganut Agama Islam, Raden Fatah kemudian dinobatkan menjadi Sultan Demak yang pertama dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdul Rahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Selanjutnya Demak meluaskan kekuasaannya ke arah barat, yaitu Cirebon.

Pada tahun 1512 Masehi dikirimlah ekspedisi militer ke Malaka untuk memerangi penjajah Portugis. Pada masa itu pula, budaya Islam berkembang dengan pesat hingga saat ini. Perpaduan unsur budaya dan tradisi pra Islam dengan budaya Islam memberikan warna tumbuhnya budaya baru di Indonesia, seperti upacara perayaan Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi dan lain-lain, dilakukan oleh masyarakat muslim di pusat kerajaan sampai ke desa-desa.

Berbagai tradisi dan seni bernafaskan Islam berkembang luas dan masih terlihat di bekas pusat-pusat kerajaan, seperti Cirebon, Banten, Mataram, Aceh dan beberapa tempat yang lain.

Hasil penelitian dan pengkajian oleh panitia penyusunan hari jadi, maka penobatan Raden Fatah yaitu tanggal 12 Rabiul Awal 1425 Saka, setelah dikonversikan jatuh pada tanggal 28 Maret Masehi. (*)

 

*sumber:demakkab,wikipedia

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konstituen Dewan Pers Kawal Kinerja Kasatlantas, Sinergi Media dan Polri Perkuat Transparansi Publik

9 Mei 2026 - 01:11 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

9 Mei 2026 - 01:03 WIB

Pemberdayaan Hukum Desa oleh LBH Rumah Keadilan, Optimalisasi Peran Paralegal Desa dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Srigonco

8 Mei 2026 - 12:21 WIB

Inisial A Kabur Bogor – Wonogiri Dilibas, RPPAI Apresiasi Kasat Reskrim

7 Mei 2026 - 18:04 WIB

Selundupkan Burung Langka Dari Papua Tiga Nelayan Asal Pati di Tangkap

6 Mei 2026 - 14:31 WIB

Trending di Berita