PATI – Kepolisian Sektor (Polsek) Pati mengamankan sembilan pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah diduga terlibat aksi tawuran di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/7/2026) sore.
Berdasarkan keterangan Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati IPTU Windartono, pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang melihat adanya konvoi kendaraan dan persiapan tawuran pelajar di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mojo, Kecamatan Margorejo.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung melakukan penyisiran di sepanjang JLS Pati dan menemukan jejak rombongan pelajar yang kemudian diketahui berkumpul di kawasan Pasar Beras Sleko,” ujar IPTU Windartono, Rabu (15/7/2026).
Saat petugas melakukan penggerebekan di lokasi tersebut, sebagian pelajar berusaha melarikan diri. Namun, sembilan orang berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Pati Kota, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui konflik berawal dari unggahan di media sosial Instagram yang dianggap saling menantang antara kelompok pelajar tersebut dengan kelompok pelajar lain dari SMK swasta berbeda.
“Awalnya hanya saling sindir dan menantang lewat media sosial. Akhirnya mereka sepakat untuk bertemu dan menyelesaikan perselisihan dengan cara tawuran,” jelasnya.
Sebelum berangkat ke lokasi pertemuan, para pelajar tersebut terlebih dahulu mengonsumsi minuman keras jenis arak di Pasar Beras Sleko. Mereka kemudian berkonvoi menuju JLS Pati dan bertemu kelompok lawan di dekat SPBU Mojo. Tawuran berlangsung dengan skenario lima lawan lima. Setelah bentrokan selesai, kelompok yang diamankan kembali berkonvoi akhirnya dikepung petugas.
Sembilan pelajar yang diamankan berinisial AMS (17 tahun), SAAF (16 tahun), RRW (17 tahun), AF (16 tahun), DR (18 tahun), RAP (15 tahun), GMS (15 tahun), INR (15 tahun), dan GJW (16 tahun). Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa botol bekas minuman keras, kartu remi, telepon genggam, dompet, kunci sepeda motor, serta 19 unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk konvoi dan saat terjadinya tawuran.
Saat ini pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing pelajar serta memburu pelaku lain yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan. Polisi juga masih mencari keberadaan senjata tajam atau alat lain yang diduga digunakan saat bentrokan.
“Pemeriksaan masih berlangsung untuk mengetahui peran masing-masing individu. Beberapa pelaku lain masih dalam pencarian,” tegas IPTU Windartono.
Pihaknya juga mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak, terutama penggunaan media sosial yang berpotensi memicu perselisihan antarpelajar. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat indikasi tawuran, konvoi liar, atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan darurat Polri 110 yang beroperasi 24 jam.
(Humas Polresta Pati / Fais )









