Jakarta | patrolinusantara.press – Dalam rilis pers Kementerian Perhubungan atau Kemenhub pada Selasa (17/4/2023), diprediksi akan ada peningkatan jumlah pemudik Lebaran 2023. Diprediksi sebanyak 123,8 juta orang akan pulang kampung. Jumlah ini meningkat 14,2 persen dari 85,5 juta pemudik pada Lebaran 2022.
Mengacu dengan lonjakan jumlah pemudik tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan telah menyiapkan antisipasi. Diantaranya penyiapan sarana prasarana transportasi, aspek keselamatan, dan manajemen rekayasa lalu lintas, serta kebijakan lainnya.
“Agar penyelenggaraan mudik tahun ini dapat berjalan dengan selamat, aman, dan terkendali,” kata Menhub dalam siaran persnya.
Dalam survei Kemenhub, perkiraan arus mudik akan terjadi pada H-1 lebaran atau pada 21 April 2023. Diprediksi akan terjadi pergerakan sebesar 14,3 persen atau 17, 7 juta orang pada waktu ini. Kemenhub juga memprediksi peningkatan perjalanan arus mudik akan mulai meningkat sejak H-3 atau Rabu 19 April 2023.
“Proyeksi ini sudah disetujui Presiden (Joko Widodo) pada ratas kemarin, pada 19, 20, dan 21 April,” kata Budi dalam raker dengan Komisi V DPR RI, Selasa, 4 April 2023, dikutip dari tempo.
Dari keseluruhan prediksi jumlah tersebut, perkiraan moda transportasi yang digunakan pemudik adalah mobil pribadi, yakni sebesar 22,07 persen atau 27,32 juta orang. Kemudian pengguna sepeda motor sebesar 20,3 persen (25,13 juta orang), bus 18,39 persen (22,77 juta orang), kereta api 11,69 persen (14,47 juta orang), dan mobil sewa 7,7 persen (9,53 juta orang).
Menhub mengungkapkan kementeriannya akan mempertimbangkan kebijakan ganjil genap untuk digunakan pada masa mudik lebaran 2023 sebagai alternatif pengurangan kemacetan.








