Jakarta – Kapal layar tiang tinggi kebanggaan TNI AL, KRI Dewaruci, resmi meninggalkan markas lamanya di Surabaya. Sang legenda maritim ini mengangkat jangkar dan berlayar menuju Jakarta untuk menjalani prosesi alih bina dari Koarmada II ke Koarmada I.
Kepala Staf Koarmada II Laksamana Pertama Agam Endrasmoro memimpin langsung prosesi pelepasan keberangkatan kapal tersebut di dermaga Ambon Koarmada II, Surabaya, Senin (26/1).
Dalam amanat tertulisnya, Panglima Koarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Ia menilai KRI Dewaruci telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi selama menjadi bagian dari keluarga besar Koarmada II.
“Rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KRI Dewaruci. Unsur ini telah menjadi bagian penting dan melaksanakan berbagai penugasan dengan penuh pengabdian di Koarmada II,” ujar Agam saat membacakan amanat tersebut, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (28/1).
Pencetak Perwira Tangguh
Selama bernaung di Surabaya, KRI Dewaruci memegang peran strategis dalam pembinaan sumber daya manusia TNI AL. Kapal ini secara rutin menempa fisik dan mental taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).
Melalui latihan pelayaran jarak jauh, KRI Dewaruci membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan para calon perwira. Kapal ini memastikan para taruna memiliki kecakapan pelayaran yang mumpuni sebelum mereka bertugas menjaga kedaulatan laut nusantara.
Adaptasi di Lingkungan Baru
Meski kini beralih administrasi ke Koarmada I, Alit Jaya berharap semangat pengabdian KRI Dewaruci tetap menyala. Ia meminta seluruh awak kapal segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.
“Kami berharap unsur yang melaksanakan alih bina segera beradaptasi, meningkatkan profesionalisme, serta terus menjunjung tinggi kehormatan sebagai prajurit TNI AL,” pesannya.
Setibanya di Jakarta nanti, KRI Dewaruci akan menjalani serangkaian prosesi serah terima sebelum resmi memperkuat jajaran armada tempur wilayah barat (Koarmada I).
Jejak Panjang Sang Legenda
KRI Dewaruci memiliki sejarah panjang sebagai ikon maritim Indonesia. Galangan kapal H.C. Stülcken & Sohn di Hamburg, Jerman Barat, membangun kapal layar tipe Barquentine ini pada tahun 1952. TNI AL kemudian resmi mengoperasikannya masuk dalam jajaran armada pada 24 Januari 1953.
Selama puluhan tahun, KRI Dewaruci mengemban tugas ganda sebagai kawah candradimuka taruna AAL dan duta bangsa yang membawa misi diplomasi budaya ke berbagai pelabuhan dunia.
Regenerasi kemudian terjadi pada 2017. TNI AL secara resmi mengalihkan peran utama pelayaran muhibah keliling dunia (Kartika Jala Krida) kepada penerusnya yang lebih modern, KRI Bima Suci. Kendati demikian, KRI Dewaruci tidak lantas berhenti beroperasi. Hingga kini, kapal legendaris ini masih aktif berlayar untuk melayani pelatihan terbatas, pelayaran nusantara, serta misi seremonial kenegaraan. (IDM)








