PASURUAN – Jajaran pengurus DPD, DPC, hingga PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten dan Kota Pasuruan menggelar peringatan Nuzulul Quran sekaligus silaturahmi akbar di Rumah Makan Karunia, Kota Pasuruan, Senin (9/3/2026).
Agenda ini menjadi momentum penguatan ideologi serta konsolidasi internal dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di antaranya Wakil Ketua Bidang Sistem Informasi Hukum Nasional, Andri Wahyudi, dan Wakil Sekretaris Bidang (Wakabid) Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Qinthara Ulya Yassifa.
Dalam arahannya, Qinthara Ulya Yassifa menekankan pentingnya regenerasi partai. Ia mendorong pengurus di tingkat DPC, PAC, hingga Ranting untuk lebih masif melibatkan generasi muda dalam kerja-kerja politik menuju Pemilu dan Pilkada 2029.
“Anak muda harus menjadi penyeimbang terhadap dinamika politik yang terjadi, baik dalam skala nasional maupun lokal. Generasi muda sekarang harus mulai dikenalkan dengan ideologi partai sejak dini agar mereka memiliki landasan perjuangan yang kuat,” ujar Qinthara.
Kepekaan Global dan Lokal
Senada dengan hal tersebut, Andri Wahyudi menjelaskan bahwa agenda ini merupakan inisiasi perdana DPD untuk menjalin komunikasi langsung secara tatap muka dengan pengurus di tingkat akar rumput (PAC).
Selain urusan internal, Andri juga mengingatkan para kader untuk tetap peka terhadap isu-isu eksternal yang berdampak pada masyarakat luas.
“Pengurus PDI Perjuangan disemua tingkatan perlu mencermati dinamika politik internasional yang sedikit banyak berpengaruh ke daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dinamika politik global juga memiliki dampak terhadap kondisi daerah yang juga penting untuk dicermati dan diantisipasi oleh para kader.
Respons Terhadap Cuaca Ekstrem
Selain itu politisi yang akrab disapa AW itu juga mengingatkan kepada seluruh kader agar tetap waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa minggu terakhir ini.
“Sekarang cuacanya tidak menentu, apalagi sering terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banyak pohon tumbang bahkan sampai ada korban jiwa,” tambahnya.
Ia juga mengimbau kepada para pengurus dan kader, bahwa selain waspada dan menjaga diri sendiri, para kader diminta aktif membantu masyarakat sekitar jika tertimpa musibah akibat cuaca ekstrem,” tegas Andri.
Peringatan Nuzulul Quran ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah untuk memperkuat soliditas antar pengurus se-Pasuruan Raya.(hum)








