PATI – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita di Lapas Kelas IIB Pati mengikuti pelatihan pembuatan buket bunga berbahan dasar pipe cleaner pada Selasa (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang menggabungkan pengembangan bakat seni dengan bekal keterampilan bernilai ekonomis bagi para warga binaan.

Pelatihan yang digelar berfokus pada teknik merangkai kawat berbulu warna-warni menjadi beragam bentuk bunga yang indah, hingga tersusun menjadi buket yang layak jual. Selama kegiatan, para WBP dilatih mengolah bahan sederhana menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan pasar.

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh seluruh WBP wanita Lapas Kelas IIB Pati, serta dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, bersama tim pembinaan kemandirian lembaga.
Pelatihan berlangsung di ruang kegiatan pembinaan Lapas Kelas IIB Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 8 Juli 2026.
Program ini bertujuan membekali WBP dengan keterampilan praktis sebagai persiapan hidup kembali di tengah masyarakat. Selain melatih kemampuan tangan dan jiwa seni, pelatihan ini juga dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kesabaran, serta semangat berwirausaha agar mereka memiliki sumber penghasilan sendiri setelah selesai menjalani masa pidana.
Dengan bimbingan yang teliti, para WBP mengikuti tahapan pembuatan mulai dari membentuk kelopak, menyusun tangkai, hingga merangkai menjadi buket yang rapi dan menarik. Setiap peserta menunjukkan ketekunan dalam mengembangkan kreativitasnya, sehingga menghasilkan beragam model buket yang unik dan berwarna.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menegaskan bahwa pembinaan vokasional adalah prioritas utama dalam mempersiapkan masa depan warga binaan. “Kami ingin setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat. Melalui pelatihan pembuatan buket bunga pipe cleaner ini, kami berharap mereka tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih baik serta produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” ujarnya.
Hasil karya dari pelatihan ini rencananya akan dipamerkan dalam berbagai acara serta dipasarkan secara bertahap, sehingga dapat memberikan pengalaman berwirausaha nyata bagi para WBP.
( Hum / MK )









