PATI, 14 Juli 2026 – Rencana pembangunan Program Pengelolaan dan Pengembangan Gabungan Irigasi (P3AI) tahun anggaran 2026 di Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pelaksanaan. Padahal dana alokasi untuk kegiatan tersebut dikabarkan sudah dicairkan sejak beberapa hari lalu.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi proyek pada Selasa (14/7), tidak ditemukan satupun material bangunan maupun aktivitas pekerja di kedua titik lokasi yang menjadi sasaran program. Lokasi yang seharusnya sudah mulai digarap masih terlihat kosong seperti sedia kala.
Daftar penerima manfaat P3AI Desa Tambakromo tahun ini mencatat dua kelompok tani yang ditetapkan sebagai pelaksana, yaitu Kelompok Tani Banyu Lancar Tani Langgeng dan Kelompok Tani Bendung Tirta Lestari Tambakromo. Namun hingga kini, kedua kelompok tersebut belum memulai pekerjaan sama sekali, padahal dana bantuan untuk proyek tersebut sudah masuk ke rekening kelompok.
Keterlambatan ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan awak media terkait tanggung jawab kelompok tani selaku pelaksana. Mengapa dana sudah cair namun persiapan dan pelaksanaan belum dilakukan? Ke mana alokasi dana tersebut digunakan sementara waktu?
Pelaksanaan P3AI di Desa Tambakromo dipercayakan sepenuhnya kepada dua kelompok tani yang telah lolos verifikasi sebagai penerima bantuan. Program ini sendiri bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi saluran irigasi guna mendukung produktivitas pertanian warga setempat.
Pencairan dana dilaporkan terjadi pada awal Juli 2026. Sedangkan pantauan langsung dilakukan di dua lokasi kerja masing-masing kelompok tani di wilayah Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pengurus kedua kelompok tani maupun pihak terkait mengenai penyebab tertundanya pelaksanaan. Masyarakat berharap agar dana bantuan yang merupakan uang negara tersebut digunakan sesuai peruntukan dan pembangunan segera dilaksanakan agar tidak menghambat jadwal tanam petani.
Awak media akan terus memantau perkembangan dan berupaya meminta tanggapan langsung dari pengurus kelompok tani serta instansi pembina terkait.
( Tim investigasi / Yoyok )









