REMBANG – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) berusia 20 tahun asal Kabupaten Rembang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat melaksanakan operasi penangkapan ikan di perairan Kalimantan Selatan. Korban tewas seketika setelah terkena hantaman tali selambar yang putus secara tiba-tiba saat proses penarikan jaring.

Kasat Polairud Polres Rembang, AKP Mundi, mengonfirmasi insiden tersebut saat dihubungi awak media, Senin (13/7/2026). Ia menyebut korban berinisial ASA, warga Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.
Kecelakaan berlangsung pada Jumat (10/7) sekitar pukul 09.00 Wita di wilayah laut Kalimantan Selatan, tepatnya pada koordinat 04°16.000 Lintang Selatan – 115°25.500 Bujur Timur, atau sekitar 30 mil laut sebelah barat Pulau Marabatuan, tak jauh dari Pulau Sembilan.
Kapal yang membawa korban, KM Arif Wijaya Mulya GT 69, berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tasikagung Rembang pada Minggu (5/7) pukul 17.00 WIB dengan membawa 16 orang kru di bawah komando Nakhoda Moh Teguh Santoso.
Pada Jumat pagi sekitar pukul 04.30 Wita, seluruh awak kapal mulai melaksanakan aktivitas penangkapan ikan seperti biasa. Sekitar empat setengah jam kemudian, korban bersama rekan kerjanya sedang melakukan penarikan jaring jenis Jaring Tarik Berkantong (JTB). Tiba-tiba tali selambar yang berada di sisi kanan belakang buritan kapal putus dan melesat keras.
“Tali selambar yang putus langsung menghantam kepala bagian kanan korban. Saat itu ia berdiri tepat di samping kili, sehingga benturan mengenai bagian atas kepala dan korban langsung tak sadarkan diri,” jelas AKP Mundi.
Nakhoda segera memutar arah kapal menuju dermaga terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Pada pukul 16.00 Wita, korban dibawa ke Puskesmas Pulau Marabatuan, Kecamatan Sembilan, Kabupaten Kotabaru. Namun upaya tim medis tak membuahkan hasil; korban yang bernama lengkap Ahmad dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.30 Wita.
Jenazah kemudian langsung dibawa pulang ke Rembang menggunakan kapal yang sama dan tiba di PPN Tasikagung pada Senin (13/7) siang. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD dr Soetrasno Rembang untuk pemeriksaan visum luar.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan luka robek sepanjang sekitar 20 sentimeter di bagian atas kepala yang memerlukan 14 jahitan, serta luka lebam parah pada mata kanan. Luka-luka tersebut diduga kuat akibat hantaman keras kili tali selambar yang putus saat proses penarikan berlangsung.
( Tim investigasi )









