JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) dengan gamblang mengusulkan agar 630.000 guru madrasah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu diketahui saat audiensi Perkumpulan Guru Madrasah dan Pimpinan DPR RI, Rabu (11/2/2026).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, usulan tersebut kini tengah diproses bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Kami juga langsung action terkait dengan pengusulan PPPK. Sekarang Pak Menteri sedang memproses dengan kementerian terkait. Bahkan angkanya tidak tanggung-tanggung, 630.000 yang kita usulkan,” kata Amin.
Dirinya mengungkapkan, proses tersebut tetap akan mengikuti aturan dan kewenangan yang berlaku. “Tentu semua akan berproses sesuai dengan ketentuannya, regulasinya, dan sesuai dengan kewenangan kementerian terkait,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan bahwa rekomendasi Komisi VIII telah ditindaklanjuti oleh Kemenag dengan mengusulkan ratusan ribu guru madrasah swasta sebagai PPPK.
“Perlu rekomendasi keputusan Komisi VIII sudah dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Mereka telah mengusulkan 630.000 guru madrasah swasta untuk diterima sebagai PPPK. Semuanya afirmasi, tidak melalui persyaratan karena mereka sudah mengabdi. Itu sudah dilakukan,” ujarnya.
Marwan memberi apresiasi atas dukungan pimpinan DPR RI terhadap perjuangan jajaran Komisi VIII dalam mendorong pengangkatan guru madrasah swasta.
Dirinya menekankan bahwa DPR juga perlu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di pemerintah. “Paling tidak nanti kita akan berkoordinasi dengan baik bersama Menteri Agama ke Kementerian Keuangan, ke Kemenpan RB, maupun BKN. Kami melihat ya tidak ada kendala sebetulnya, tinggal koordinasinya,” imbuhnya.
Mengenai guru yang sebelumnya disebut belum tercatat, Marwan menyatakan data mereka sebenarnya telah tersedia. “Kemarin mengenai guru-guru yang tidak tercatat, ya sebetulnya sudah ada di data EMIS-nya, tinggal memformalkan sebagai kewajiban kita untuk mengusulkan mereka juga sebagai P3K. Kami kira itu tadi,” tutupnya.








