Madiun | patrolinusantara.press – Mahasiswa Membangun 1000 Desa (MMD-1000D) Universitas Brawijaya melaksanakan program kerja dengan mengimplementasikan keadaan daerah setempat, khususnya di bidang Perekonomian melalui UMKM di Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Sosialisasi ke UMKM peyek di Desa Ketandan oleh MMD-1000D Unibra
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Desa Ketandan, Kristina Ernawati, terdapat berbagai macam UMKM, baik di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan produksi pangan yang berpotensi besar menjadi sumber penghasilan bagi desa.
Terdapat banyak UMKM potensial yang berada di Desa Ketandan, tetapi masyarakat disini masih belum bisa memaksimalkan pemasaran khususnya melalui penggunaan media sosial. Selain itu, rasa percaya diri pada masyarakat untuk mengembangkan usahanya masih tergolong rendah ” jelas Kepala Desa Ketandan.

Kolase contoh digital marketing dan digital Branding dari MMD-1000D Unibraw
Dengan demikian, kelompok 810 MMD yang berada di bawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ria Casmi Arrsa S.H, M.H Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, memiliki keinginan untuk membantu mengembangkan potensi UMKM yaitu dengan mensosialisasikan dan membantu digital marketing dan digital branding.
Digital Marketing dilakukan dengan membuat titik di google maps dan membuat social media bagi para pelaku usaha UMKM yang berada di desa Ketandan. Hal ini dilakukan atas dasar kondisi Desa Ketandan di google maps yang masih minim akan informasi tentang tempat usaha. Untuk itu, pembuatan titik di google maps dirasa perlu oleh kelompok agar usaha UMKM dapat tersebar secara lebih luas. Sedangkan untuk digital branding, kelompok 810 MMD-1000D membantu usaha pelaku UMKM dengan membuat logo serta poster digital yang akan berguna dalam pemasaran serta dapat membuat ciri khas produk yang dimiliki usaha UMKM terkait.
Diketahui, Desa Ketandan juga memiliki beberapa UMKM yang sudah maju, dimana mereka telah memiliki sistem pemasarannya sendiri secara digital dan bahkan telah bekerja sama dengan mitra. Beberapa UMKM di Desa Ketandan seperti peternakan ayam dan budidaya jamur misalnya, telah menjadi pemasok bahan baku bagi perusahaan besar juga melakukan ekspor ke beberapa negara.
MMD-1000D Universitas Brawijaya Kelompok 810 memutuskan untuk membantu beberapa UMKM yang berada di Desa Ketandan, diantaranya pelaku usaha tahu, budidaya jamur, budidaya gurame, produsen bakso, pelaku usaha tas anyam, produsen peyek, produsen jenang, jasa boga, dan pembuatan sangkar burung.
Melalui wawancara yang dilakukan kepada Koles, selaku pemilik UMKM produsen tahu, dirinya menyatakan, “Dengan adanya sosialisasi dan penyuluhan ini, dapat membuat usaha saya lebih menarik karena terdapat logo yang menjadi produk khas yang saya miliki. Selain itu usaha saya juga mampu berkembang karena adanya pemasaran secara digital,” ujarnya.
Bantuan pemasaran melalui digital marketing dan digital branding pada beberapa UMKM yang berada di Desa Ketandan, bermanfaat bagi para pelaku usaha khususnya dalam menyebarluaskan produknya pada konsumen secara lebih luas. Selain itu, terdapat pula beberapa UMKM yang memiliki antusiasme tinggi dalam memahami cara-cara digital marketing dan digital branding yang disosialisasikan oleh mahasiswa. Harapannya, UMKM di Desa Ketandan dapat lebih meningkatkan penjualannya dan bahkan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat desa.
“Dengan diadakannya kegiatan ini, saya berharap dapat memajukan UMKM yang terdapat di Desa Ketandan dan mampu meningkatkan perekonomian dari masyarakat Desa Ketandan” pungkas Kiram selaku koordinator kelompok 810 MMD-100D Universitas Brawijaya.
(MK)








