PATI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi petugas pemasyarakatan serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Pati ini merupakan langkah nyata menjaga kualitas kesehatan demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.

Penyelenggara kegiatan adalah Lapas Kelas IIB Pati bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, didukung tim Dokter Kesehatan Polresta Pati. Sasaran pemeriksaan meliputi seluruh petugas pemasyarakatan dan warga binaan yang berada di lingkungan lembaga tersebut.

Pemeriksaan kesehatan yang digelar secara cuma-cuma mencakup pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan kondisi umum, hingga sesi konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.
Kegiatan dilaksanakan di lingkungan kerja Lapas Kelas IIB Pati.
Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan wujud pemenuhan hak dasar layanan kesehatan bagi warga binaan serta menjaga kondisi fisik petugas agar tetap prima dalam menjalankan tugas harian.
Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati turun langsung memberikan pelayanan secara teratur dan tertib. Sinergi antarinstansi ini berjalan beriringan guna menjamin pelayanan yang optimal dan menyeluruh bagi seluruh peserta.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang terjalin. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati yang telah bersinergi dengan Lapas Pati dalam memberikan layanan cek kesehatan gratis. Kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas petugas pemasyarakatan sekaligus menjadi hak dasar bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap kondisi kesehatan seluruh petugas dan warga binaan dapat terus terpantau sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif,” ujar Suprihadi.
Lebih lanjut, Suprihadi menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, guna meningkatkan standar pelayanan lembaga—terutama dalam aspek kesehatan—sebagai perwujudan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Untuk kebutuhan publikasi yang lebih lengkap, data jumlah peserta yang diperiksa, nama pejabat utama Dinas Kesehatan yang hadir, serta gambaran umum hasil pemeriksaan dapat disampaikan secara terpisah guna melengkapi isi berita.
( Hum / MK )









