Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Kesal Istri Jarang Masak, Mertua Turut Campur Masalah Keluarga dan Dugaan Perselingkuhan, Motif Suami di Karimun Riau Habisi Istri Pakai Sikat Gigi

badge-check

IW, pelaku pembunuhan istri (RF) dengan sikat gigi.
(Poto : dok. Kumparan) Perbesar

IW, pelaku pembunuhan istri (RF) dengan sikat gigi. (Poto : dok. Kumparan)

Karimun – Seorang istri di Kabupaten Karimun Riau, RF (18) ditemukan tewas mengenaskan di tempat tidur rumah dalam kondisi leher ditusuk menggunakan sikat gigi. Belakangan diketahui, ia tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, IW (23).

Kejadian itu terjadi di Perumahan Suku Duane, RT 003/RW 001, kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, Minggu (5/5) sekitar pukul 09.25 WIB.

Jasa Pembuatan website Media berita

Pelaku mengaku bahwa dirinya kesal karena sang istri tidak pernah masak dan sering membantahnya.

“Tiap kali saya pulang kerja, (dia) tidak pernah masak, saya makan sendiri. Asal (setiap) disuruh masak-cuci baju, bilangnya ‘Saya bukan babu’,” kata IW di Mapolres Karimun, Minggu (5/5), dikutip, Senin (6/5).

Selain itu, pelaku juga mengaku rasa sakit hati yang sangat kuat karena sang mertua kerap ikut campur dalam rumah tangga mereka. IW juga mengungkapkan jika ibu korban pernah meminta anaknya itu untuk mencari laki-laki lain.

Dalam keterangannya, IW juga menduga jika istrinya telah berselingkuh dengan pria lain. Ia menyebut pernah mendapati RF berhubungan dengan pria lain di hotel serta melakukan panggilan video saat berada di rumah.

Bermula dari semuanya itu, akhirnya sang istri harus tewas dengan keji di tangannya sendiri.

“Saya pernah jumpa dengan jantan di hotel, teleponan video call di rumah. Terakhir begitu juga. Di situ lah saya tak akan maafkan lagi,” ujarnya.

Pelaku Menyesal

Meski demikian, pelaku tetap menyadari semua perbuatannya dan merasakan penyesalan yang mendalam hingga harus berpisah dengan anaknya. Begitu juga dengan cerita rumah tangga yang telah berjalan selama empat tahun harus berujung nestapa.

“Menyesal karena harus jauh dan pisah dengan anak. Kemarin masih sama, sekarang tidak lagi,” pungkasnya.

 

(Sum)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pohon Tumbang Menimpa Truk di Jalur Pantura Pati – Rembang,  Personel Polsek Batangan Bergerak Cepat Evakuasi

25 Juli 2026 - 23:13 WIB

Gerakan Langit Biru: DPC Demokrat Pati Gotong Royong Benahi Alun-Alun Kembangjoyo demi Bangkitkan Ekonomi Pedagang

25 Juli 2026 - 22:14 WIB

Klarifikasi Korban Bantah Hubungan Asmara dengan Pelaku Pembacokan di Tambakromo Pati

25 Juli 2026 - 12:44 WIB

Lapas Pati Jalin Kerja Sama Silang Layan Perpustakaan dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah

25 Juli 2026 - 07:15 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Ngemplak Lor Disorot: Dikerjakan Asal-Asalan, Abaikan K3 dan Standar Teknis

24 Juli 2026 - 06:31 WIB

Trending di Berita