Madiun | patrolinusantara.press – Selasa 25 Juli 2023telah dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan oleh dosen pembimbing lapangan, Ria Casmi Arssa, S.H., M.H. Kegiatan tersebut dilakukan di balai desa dan dihadiri oleh beberapa perangkat desa dan Babinsa setempat. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk meninjau dan melihat secara langsung program kerja yang telah dilakukan serta diberikan evaluasi agar lebih baik kedepannya.

Ria selaku dosen pembimbing memberikan pembuka pertama dalam forum tersebut. Ria juga menjelaskan maksud kedatangannya ke Ngranget kepada pihak desa.
“Sudah hari ke-24 mahasiswa MMD ini berada di Ngranget, terima kasih sudah diberikan izin untuk berkegiatan di desa ini, Bapak. Di sini kami juga minta sarannya, kita saling sharing, kita evaluasi bersama semisal dari mahasiswa masih ada kurangnya”, jelas Ria.
Kemudian Ria meminta mahasiswa untuk menyampaikan program kerja yang sudah terlaksana dan jika ada tanggapan dari pihak desa atau Babinsa dapat langsung disampaikan.

Penyampaian program kerja pertama dilakukan oleh Mayada, selaku PJ dari pelaksanaan seminar dan survey mengenai Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN). Kegiatan tersebut berdampak pada masyarakat mendapat lebih banyak pemahaman dan juga pentingnya berorganisasi. Akan tetapi, terdapat evaluasi kegiatan yang disampaikan oleh Mayada yaitu kurangnya dana dari kampus, antusiasme masyarakat untuk hadir dalam mengikuti acara, serta adanya miskomunikasi antara panitia dan pihak balai desa. Program kerja selanjutnya disampaikan oleh Septiana tentang analisis kelayakan bisnis, dimana hasil yang didapatkan juga sama bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah penyampaian materi.
Hal tersebut diketahui dari hasil pengisian kuisioner sebelum dan sesudah penyampaian materi. Penyampaian berikutnya mengenai program stunting oleh Nisrina mengenai posyandu balita dan penyuluhan stunting. Kegiatan tersebut diisi dengan penyuluhan stunting dan survey melalui pengisian kuisioner. Evaluasi dari kegiatan tersebut yaitu kurang berjalan kondusif karena bersamaan dengan kegiatan posyandu sehingga ibu-ibu yang datang juga harus turut memantau anaknya.
Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Rokhinasih, pengenalan urban farming melalui hidroponik dan hidrogel pada siswa SD kelas 5. Dari hasil pengisian kuisioner sebelum materi, banyak siswa yang belum mengetahui dunia pertanian. Namun, setelah penyampaian materi dan melakukan praktik penanaman hidroponik secara langsung, siswa jauh lebih mudah dalam memahaminya dan minat untuk menjadi petani semakin tinggi. Evaluasi dari kegiatan tersebut masih ada beberapa siswa yang belum memahami materi karena ada yang bergurau dan tidak memerhatikan sosialisasi yang diberikan. Penyampaian program terakhir dilakukan oleh Krispriyandi tentang menentukan sasaran kegiatan. Kegiatan tersebut disasarkan pada petani dan melakukan wawancara serta pengisian kuisioner mengenai potensi maupun permasalahan dari kegiatan pertanian yang ada di Desa Ngranget. Mahasiswa MMD juga memberikan beberapa solusi dari permasahalan yang dihadapi. Evaluasi kegiatan tersebut yaitu perlu adanya peningkatan produktivitas pertanian di Desa Ngranget dengan pemanfatan kotoran ternak menjadi pupuk kompos, pengolahan komoditas pertanian, dan meningkatkan subsidi pupuk.
Setelah penyampaian beberapa program kerja yang telah terlaksana, terdapat tanggapan yang juga disampaikan oleh perangkat desa. Salah satu perangkat desa, Sarji beliau mengatakan, “Terima kasih atas partisipasi dan program kerja yang di bawakan di Desa Ngranget ini. Semoga juga bisa berdampak terus untuk kedepannya. Mahasiswa Universitas Brawijaya juga aktif dalam kegiatan sosial dimasyarakat seperti kerja bakti, posyandu, dan lainnya”. Sarji juga meminta maaf karena adanya miskomunikasi antara panitia dengan pihak desa. Selain itu, beliau turut memberikan tanggapan mengenai sosialisasi tentang pertanian di SD yang sudah tepat. “Ngranget ini sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, tetapi banyak anak-anak yang belum mengerti dan faham tentang pertanian”, ungkap Sarji. Farid selaku Babinsa juga turut memberikan tambahan pada kegiatan tersebut.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) diharapkan dapat dijadikan sebagai wadah agar lebih baik lagi kedepannya. Kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama antara dosen pembimbing lapangan, perangkat desa, Babinsa, dan mahasiswa. Mahasiwa MMD 811 Desa Ngranget dibawah bimbingan Ria Casmi Arssa, S.H., M.H sangat antusias dengan adanya MONEV.
(MK)








