Madiun | patrolinusantara.press – Mahasiswa Membangun 1000 Desa Universitas Brawijaya, salah satunya kelompok 810 yang bertempat di Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun telah melakukan kegiatan program kerja dengan tema gizi untuk prestasi. Kegiatan ini dilakukan berupa pemanfaatan kebun sekolah yang dilakukan dengan menanam berbagai macam jenis sayuran di lahan kosong sekolahan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Seksi Kesejahteraan, Yassin, Desa Ketandan memiliki banyak jenjang pendidikan dibandingkan dengan desa-desa yang lain, antara lain Pendidikan Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiah, Madrasah Tsanawiyah, dan Pondok Pesantren.
Sekretaris Desa Ketandan memberikan masukan terkait pelaksanaan program kerja ini, “Jika membutuhkan lahan untuk menanam sayuran, lebih baik dilaksanakan di SDN 01 Ketandan dan SDN 02 Ketandan. Karena disana lahan yang kosong masih banyak, dan bisa dibilang juga gersang,” ujar Kepala Seksi Kesejahteraan.
Penanggung jawab proker ini berpendapat bahwa pemilihan proker pemanfaatan kebun sekolah membutuhkan lahan yang cukup luas untuk menanam sayuran.

Kolase kegiatan edukasi oleh kelompok 810 MMD-1000D
Dengan demikian, mahasiswa MMD 1000-D kelompok 810 yang berada di bawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ria Casmi Arrsa S.H., M. H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, memiliki keinginan untuk membantu mengajarkan anak-anak untuk menanam sayuran yaitu dengan praktik secara langsung pemanfaatan kebun sekolah. Dengan harapan dapat meningkatkan minat anak-anak terhadap berkebun dan bertani, meningkatkan pengetahuan mengenai produk pangan serta gizi.
Untuk merealisasikan kegiatan tersebut, kami membuat surat permohonan izin yang diajukan kepada Kepala Sekolah SDN 01 Ketandan dan SDN 02 Ketandan dengan surat keterangan program MMD 1000 Desa dari Kampus. Sebelum melakukan kegiatan, kami melakukan survei dengan mengunjungi SDN 01 Ketandan dan SDN 02 Ketandan untuk menyampaikan maksud dan meminta izin pelaksanaan kegiatan.
Pemilihan proker ini berawal dari melihat sekolah-sekolah di Desa Ketandan memiliki lahan yang cukup luas dan bisa dijadikan kebun tanaman sayur. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menambah wawasan dan kecintaan murid-murid sekolah dasar terhadap tanaman sayuran. Selain itu untuk dapat meningkatkan kesadaran dan mempengaruhi isu-isu sosial seperti kesehatan dan lingkungan. Kebun sekolah merupakan sebuah inovasi metode belajar yang dapat digunakan oleh para guru yang memanfaatkan taman sekolah untuk menyampaikan berbagai materi pelajaran dan melibatkan anak-anak secara aktif dalam prosesnya.
Kegiatan di SDN 01 Ketandan dilaksanakna pada hari Senin 24 Juli 2023, dimulai dengan perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak. Kemudian kami memulai kegiatan inti yaitu menanam tanaman dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan didampingi oleh satu mahasiswa. Setiap kelompok diharuskan mengecat dan dihias botol aqua bekas yang telah dibawa. Lalu penanam dimulai dari memindahkan tanaman dari wadah pembibitan dipindah ke botol aqua bekas yang telah di cat dan dihias oleh anak-anak dan tidak lupa untuk disiram. Kemudian diberi pupuk dan sekam, lalu disiram. Hal tersebut dilakukan oleh anak-anak secara bergantian setiap kelompok. Tidak lupa kami juga mengingatkan kepada anak-anak untuk selalu merawat dan menyiram tanaman tersebut.
Begitu pula kegiatan di SDN 02 Ketandan juga membentuk kelompok dengan didampingi satu mahasiswa. Akan tetapi, berbeda dengan SDN 01 Ketandan, SDN 02 Ketandan penanaman dimulai dengan menanam bibit sayuran di polybag. Kemudian diberi pupuk dan sekam, lalu disiram. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias dan ceria. Setelah tanaman tertata rapi di rak, anak-anak kembali ke kelas untuk mengevaluasi kegiatan yang telah berlangsung. Pada kesempatan itu juga para mahasiswa memberikan sedikit jajan untuk anak-anak sebagai tanda terima kasih karena telah antusias mengikuti kegiatan yang telah dilakukan.
(MK)








