Madiun | patrolinusantara.press – Mahasiswa Membangun 1000 Desa Universitas Brawijaya kelompok 811 yang bertempat di Desa Ngranget. Desa Ngranget merupakan salah satu desa di Kecamatan Dagangan yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Oleh karena itu, mahasiswa mencetuskan salah satu program kerja yaitu dengan memperkenalkan media tanam air dan hidrogel tanaman kangkung pada siswa sekolah dasar.


Antusiasme siswa SD Ngranget Madiun mengikuti pengenalan Urban Farming dari MMD-1000D Unibraw
Di Desa Ngranget, mayoritas jenis tanaman yang dimanfaatkan berupa cengkeh dan porang. Mengingat hal tersebut, para mahasiswa memiliki suatu inovasi dengan memperkenalkan salah satu tanaman yang pembudidayaannya masih sedikit, yaitu tanaman kangkung melalui media tanam air (hidroponik). Selain hal itu, mengingat minimnya pengetahuan siswa terhadap media tanam air, para mahasiswa berinisiatif untuk memberi edukasi melalui praktik langsung kepada siswa kelas lima sekolah dasar.
Dalam praktik tersebut para mahasiswa menerapkan penanaman hidroponik secara sederhana dengan memanfaatkan botol bekas, benih kangkung yang sudah berkecambah, air, serta pupuk AB Mix sebagai nutrisi. Praktik tersebut memerlukan waktu selama 30 menit dalam pembuatannya, namun untuk melihat hasil dari tumbuhnya tanaman tersebut dibutuhkan waktu kurang lebih selama satu minggu.
Setelah pemaparan edukasi dan praktik mengenai tanaman hidroponik yang dilakukan oleh para mahasiswa, para siswa terlihat lebih memahami tentang media tanam hidroponik. Selain itu, para siswa terlihat dapat mengimplementasikan penanaman tersebut secara langsung. Diharapkan untuk kedepannya, para siswa dapat terus menerapkan ilmu yang sudah didapatkan dan dengan begitu dapat meningkatkan minat mereka untuk bertani.
Tim MMD 811 Desa Ngranget berada dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ria Casmi Arrsa S.H., M.H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
(MK)








