Madiun | patrolinusantara.press – Saat ini sedang tren berkembangnya Digital Marketing (perdagangan melalui internet) dengan memanfaatkan sejumlah platform media sosial yang adaptif bagi kebutuhan jangkauan pasar yang lebih luas.
Mahasiswa Membangun 1000 Desa (MMD-1000D) Universitas Brawijaya melakukan salah satu program kerjanya dengan mengimplementasikan kondisi daerah setempat, dalam hal ini terkhusus di bidang Perekonomian masyarakat melalui UMKM yang ada di Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Sosialisasi digital marketing (penggunaan media sosial) UMKM Jenang di Desa Ketandan

Contoh produk pelaku UMKM di Desa Ketandan

Contoh akun Medsos pelaku UMKM Ketandan
Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan Kepala Desa Ketandan, Kristina Ernawati, terdapat beberapa macam UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan produksi bahan pangan yang berpotensi besar untuk menunjang perekonomian masyarakat desa. Namun, masyarakat pelaku UMKM di Desa Ketandan ini masih belum mampu memaksimalkan pemasaran terkhusus dalam penggunaan media sosial, selain itu juga masyarakat kurang memiliki rasa percaya diri dalam mengembangkan usahanya yang masih tergolong kecil.
Oleh karena itu, mahasiswa kelompok 810 MMD yang berada di bawah bimbingan Ria Casmi Arrsa S.H, M.H Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL) memiliki kemauan untuk membantu dalam pengembangan potensi UMKM di Desa Ketandan dengan melakukan sosialisasi dan membantu dalam hal digital marketing yang berupa pemanfaatan platform media sosial sebagai sarana pemasaran.
Digital Marketing yang dilakukan yaitu dengan membuat media sosial bagi para pelaku UMKM yang ada di Desa Ketandan. Hal ini dilakukan atas dasar keadaan masyarakat Desa Ketandan yang masih belum bisa untuk melakukan pemasaran melalui media sosial guna memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM.
Dalam hal ini pelaku UMKM diberikan pengetahuan mengenai keunggulan menggunakan platform media sosial, cara melakukan pemasaran melalui media sosial, serta merekomendasikan media sosial yang cocok untuk digunakan oleh para pelaku UMKM di Desa Ketandan
Tidak semua UMKM di Desa Ketandan masih belum melakukan Digital Marketing, melainkan ada juga beberapa UMKM yang sudah maju, dimana mereka telah memiliki sistem pemasaran sendiri secara digital dan bahkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan ataupun mitra. UMKM tersebut adalah seperti Peternakan ayam dan budidaya jamur yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan dan juga telah melakukan pengiriman ke luar daerah Madiun bahkan sampai ke luar negeri.
MMD-1000D Universitas Brawijaya Kelompok 810 memustuskan untuk hanya membantu beberapa UMKM yang berada di Desa Ketandan yang dirasa perlu untuk dibantu, diantaranya adalah pelaku usaha tahu, budidaya jamur, budidaya gurame, produsen bakso, pelaku usaha tas anyaman, produsen peyek, produsen jenang, jasa boga, dann pembuatan sangkar burung.
Bantuan pemasaran melalui digital marketing yang dilakukan MMD 1000D Universitas Brawijaya Kelompok 810 pada beberapa UMKM yang berada di Desa Ketandan sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha khususnya dalam pemasaran produk yang lebih luas dalam menjangkau konsumen. Selain itu, terdapat beberapa UMKM yang antusias dalam memahami cara-cara digital marketing yang disosialisasikan oleh mahasiswa. Harapannya para pelaku UMKM di Desa Ketandan dapat lebih meningkatkan penjualannya dan bahkan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat desa.
(MK)








