Malang | patrolinusantara.press – Mahasiswa Membangun 1000 Desa (MMD) Universitas Brawijaya kelompok 811 ditugaskan pada Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun sebagai tempat penyelenggaraan program kerja. Terletak di lereng Gunung Wilis, Desa Ngranget merupakan salah satu desa yang terpencil dan jauh dari pusat mobilitas. Meskipun begitu, desa ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa, berkat letak geografisnya yang memungkinkan untuk tanah yang subur dan makmur.

Sesi foto bersama usai acara seminar Gapoktan di Desa Ngranget Madiun
Penduduk Desa Ngranget mayoritas adalah petani, dan sebagian besar mata pencaharian masyarakat didominasi oleh sektor pertanian. Dengan berlimpahnya sumber daya alam, warga desa telah mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian mereka. Oleh karena itu, sangat penting adanya kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) di Desa Ngranget.
Namun berdasarkan hasil survey, GAPOKTAN yang berada di Desa Ngranget sudah lama tidak aktif. Minimnya kesadaran dan partisipasi dalam mengembangkan sektor pertanian mereka menjadi salah satu kendala. Oleh sebab itu, sebagai solusi untuk mengatasi kondisi matinya Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Ngranget, para mahasiswa merumuskan rencana untuk membuat program seminar yang bertujuan untuk membangkitkan kembali GAPOKTAN tersebut. Seminar ini direncanakan sebagai sarana untuk mengedukasi dan menginspirasi para petani serta warga desa lainnya tentang pentingnya berorganisasi dalam kelompok tani dan manfaat dari GAPOKTAN.
Dalam pelaksanaan seminar selama 60 menit, mahasiswa dengan piawai memaparkan materi secara singkat dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Hasilnya, suasana seminar diselimuti antusiasme yang luar biasa dari para peserta, terlihat jelas dari antusiasme mereka saat sesi tanya jawab. Mahasiswa pun dengan tanggap menjawab pertanyaan dari para peserta dengan penuh kecerdasan dan kejelasan.
Setelah pemaparan materi yang komprehensif dan sesi tanya jawab yang informatif mengenai GAPOKTAN, terlihat jelas bahwa masyarakat telah mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya berorganisasi dalam kelompok tani dan adanya pembentukan GAPOKTAN. Materi yang disampaikan dengan jelas dan lugas telah membuka wawasan mereka tentang manfaat yang bisa mereka peroleh dengan berpartisipasi dalam kelompok tani ini. Semangat antusiasme masyarakat dalam menyambut konsep GAPOKTAN juga menunjukkan kesadaran dan kesiapan mereka untuk bersama-sama memajukan sektor pertanian di Desa Ngranget.
Sebagai informasi, Tim MMD 811 Desa Ngranget berada dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ria Casmi Arrsa S.H., M.H., Salah satu dosen dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
(M,Zaen)








