Menu

Mode Gelap
Makorem Wijayakusuma Diserbu Anak TK, Ingin Dekat Dengan TNI nya

Berita

Pertanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan di Pasar Malam, Warga Sukolilo Datangi Polsek Sukolilo

badge-check


					Pertanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan di Pasar Malam, Warga Sukolilo Datangi Polsek Sukolilo Perbesar

PATI – Puluhan masyarakat Sukolilo, Kabupaten Pati yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sukolilo (forkomas) mendatangi Polsek Sukolilo, pada Kamis (21/08/2025).

Jasa Pembuatan website Media berita

Kedatangan ini menanyakan perkembangan kasus pengeroyokan di pasar malam Desa Kedungwinong pada 13 September 2024 lalu hingga mengakibatkan satu orang tewas yaitu DAP (22) dan HM (23) mengalami luka tusuk.

Ketua Forkomas, Susilo mengatakan bahwa kasus pembunuhan ini pernah dijanjikan menjadi atensi khusus oleh Polresta Pati. Namun hingga saat ini pelaku utamanya belum tertangkap.

“Kita dari forkomnas sudah melakukan langkah-langkah, pertama Oktober pernah audiensi dengan Kapolres dan kasat waktu itu janji bahwa kasus pembunuhan ini adalah atensi khusus,” ungkapnya.

Sebelum melakukan aksi, pihaknya mengaku sudah pernah melakukan audiensi pada bulan oktober 2024 namun tidak tidak ada hasilnya.

“Tetapi sampai detik ini tidak ada hasil. Kemudian pernah bertemu lagi, namun jawabannya normatif masih pengejaran pelaku,” ungkapnya.

Kemudian pada bulan Desember 2024 lalu, pihaknya pernah mengultimatum terhadap Polresta Pati yaitu apabila sampai bulan Februari 2025 pelaku belum tertangkap maka akan dilakukan praperadilan dan demo besar-besaran.

“Nah Desember forkomnas bersama warga ultimatum pak Kasat waktu itu pak Alfan, seandainya sampai februari pelakunya belum tertangkap maka ada dua opsi, praperadilan dan demo,” tegasnya.

Sementara Sekjen Forkomas, Laprianto menegaskan bahwa penanganan kasus pembunuhan ini dinilai sangat lambat, lantaran sudah 6 bulan lebih kasus ini bergulir pelakunya belum bisa tertangkap semua.

“Korban pembunuhan mas Damas dan mas Helm pembacokan itu terjadi malam muludan sudah enam bulan lalu. Dan belum ada penangkapan, berarti lelet kan,” paparnya.

Sementara hasil dari audiensi bersama AKP Heri Dwi Utomo ini, dirinya mengaku sangat kecewa, lantaran jawabannya normatif sama dengan yang dulu

“Setelah kami diajak audiensi oleh Pak Kasat yang baru pak heri. Jawabannya sama normatif. Kami sangat kecewa,” jelasnya.

“Masak dari 11 tersangka hanya baru dua. Itu kan kasusnya sudah lama sudah enam bulan jadi bahasanya enggak sat set,” sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya akan selalu mengawal kasus ini hingga para pelaku bisa tertangkap.

“Yang masuk BAP 11 orang, tetapi tersangka utamanya 4. Untuk saat ini daftar pencarian orang sementara yang kami minta atas nama inisial Y dan R,” tutup dia. (AW)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAPAS KELAS IIB PATI BERIKAN PENGHARGAAN PREMI BAGI WARGA BINAAN YANG PRODUKTIF

4 Juli 2026 - 18:21 WIB

Aksi Rusak Fasilitas Warung Kopi di Plosojenar Berujung Proses Hukum, Empat Pemuda Ditangkap

4 Juli 2026 - 15:47 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Masuki Tahap Pengumpulan Data Lapangan, Capaian Sudah Hampir 40 Persen

4 Juli 2026 - 15:11 WIB

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI YANG SEMAKIN PESAT MENJADI TANTANGAN BESAR BAGI DUNIA PERS NASIONAL

4 Juli 2026 - 11:01 WIB

Jaksa Agung Instruksikan Seluruh Jajaran Kejaksaan Sinergi Penuh dengan SMSI Dukung Program Jaga Desa

4 Juli 2026 - 10:24 WIB

Trending di Berita